Petani Terancam Gagal Panen

Ribuan Hektar Sawah Terendam Banjir


riaupotenza.com
Bupati Kuansing Mursini dan Kapolres Kuansing AKBP M Mustofa meninjau lokasi terdampak banjir di tiga kecamatan.

KUANSING (RPZ) - Bupati Mursini meninjau lokasi terdampak banjir di tiga kecamatan di Kuansing, Ahad (4/11). Ketiga kecamatan diantaranya, Kecamatan Benai Desa Siberakun, Kecamatan Pangean Desa Pauh Angit, dan Kecamatan Kuantan Hilir di Posko Kecamatan.

Ikut dalam rombongan bupati, Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa Drs Nafisman dan Kapolres Kuansing  AKBP Muhammad Mustafa. Rombongan memakai speedboat menyisir desa-desa di tiga Kecamatan yang berdampak banjir. 

Rombongan Bupati Mursini disambut masyarakat setempat dan bersama kepala desa yang memantau langsung dampak banjir di tiga Kecamatan tersebut.

“Di Desa Siberakun banjir mencapai 20 hingga 30 cm dari badan jalan. Akibatnya, sejumlah 65 KK rumah penduduk terendam banjir,” katanya.

Tidak hanya itu, beberapa areal  persawahan juga terancam gagal panen. Bahkan, aebagian pembudidaya kelompok Tetesan Harapan Desa Tebing Tinggi Kecamatan Benai, kolam ikannya kebanjiran.

Selanjutnya Bupati Mursini dan rombongan meninjau Desa Pauh Angit Kecamatan Pangean. Disini, ketinggian air mencapai 30 hingga 40 centimeter dari badan jalan.

“Akibatnya sejumlah 211 KK rumah penduduk terendam air, dan seluas 694 ha areal persawahan tenggelam secara keseluruhan di Pangean,” katanya.

Selepas meninjau Kecamatan Pangean, Bupati meninjau Posko Banjir Kecamatan Kuantan Hilir. Di Pasar Usang Berserah, sejumlah 27 KK rumah penduduk terendam, 35 hektar sawah terancam gagal panen. 

“Di desa Kepala Pulau, sejumlah 75 KK rumah penduduk yang terendam air, dan 56 ha areal persawahan tenggelam,” katanya.

Sementara Desa Pulau Madinah, 97 KK rumah penduduk juga terendam, 49 ha areal persawahan pun tenggelam. Desa Pulau Kijang, 129 KK rumah penduduk dan 53 ha sawah terendam. 

Akibat banjir yang terjadi sejak dua hari terakhir ini, juga menyebabkan hampir semua titik jalan di tiga kecamatan ini terputus. Karena air meluap ke badan jalan dan mengalir hingga sebagian jalan raya. 

“Banyak kenderaan yang tidak berani lewat karena kedalaman air yang tak menentu, serta akibat curah hujan di Kuansing yang hingga sore tadi masih meningkat,” katanya.

Kepada seluruh masyarakat Kuansing, Bupati Mursini berpesan agar selalu  siap siaga memasuki musim hujan dengan segala dampaknya.

“Saya berpesan agar masyarakat waspada dengan meningkatnya curah hujan di Kuansing. Karena menyebabkan air sungai Kuantan meluap,” katanya.(cil)