IRT Penyebar Berita Bohong Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Satu Miliar


riaupotenza.com
Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan memperlihatkan screenshoot berita Hoax terkait kasus penculikan anak di wilayah hukum Polres Dumai.

DUMAI (RPZ) -  Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial Fa (31) warga Jalan Arifin Ahmad Kelurahan Bukit Kapur, Kecamatan Bukit Kapur harus berurusan dengan aparat penegak hukum. Kasusnya, karena menyebarkan berita bohong (hoax) melalui media sosial facebook miliknya.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan didampingi Paur Humas Polres Dumai Iptu Dedi Nofarizal, Unit Reskrim Polres Dumai, Kapolsek Bukit Kapur AKP Tumara, hari ini mengatakan, pelaku masih dalam proses penyidikan. 

Terkait ksus tersebut kata Kapolres Dumai, Fa disangkakan dan ancaman Hukum Pasal 14 Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal sepuluh tahun penjara, Pasal 45A Ayat (1) Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan Ancaman Hukuman maksimal enam tahun penjara dan denda Rp1.000.000.000 (satu miliar).

Kapolres Dumai ini menambahkan, motif Fa membuat berita/postingan di akun facebooknya tersebut memang agar masyarakat kota Dumai untuk lebih waspada terkait kasus penculikan anak. Hanya saja kata Restika, cara penyampaian salah dengan memberitakan kejadian penculikan di akun facebook yang tidak ada terjadi. ''Akibat berita disampaikan tidak benar adanya kasus penculikan anak di Dumai, akhirnya membuat masyarakat jadi resah,'' jelasnya.

Untuk itu AKBP Restika P Nainggolan mengimbau masyarakat Kota Dumai khususnya untuk dapat menggunakan media sosial sebaiknya dan tidak menyampaikan berita hoak yang dapat meresahkan masyarakat. ''Kalau mau memposting di akun media sosial, silahkan yang baik-baik saja, yang bermanfaat bagi orang lain. Jangan berita yang tidak jelas kebenaran atau berita hoak sehingga dapat meresahkan, termasuk membuat isu suku, sara dan lainnya yang sifatnya dapat memecah belah dan membuat keresahan. Sekali lagi, mamfaatkan Media sosial untuk hal-hal yang baik,'' pesan AKBP Restika P Nainggolan.

Seperti diketahui, wanita ini diamankan Sabtu tanggal 3 November 2018. Dari FA (31) berhasil diamankan bersama sejumlah Barang Bukti yakni 1 unit Handphone merk Altacel One Touch 890D Warna Abu-abu dengan IMEI : 355191041442391 dan IMEI 2 : 355191041442409, 1 Buah Kartu Handphone, 1 buah akun Facebook a.n. Vetny Bunda Dhiwan termasuk email dan kata sandi, Hasil Screenshoot Postingan pada Akun Facebook,'' jelasnya. mdi