Ribuan Rumah Terendam Banjir


riaupotenza.com
Seorang pria menggendong anaknya di tengah banjir yang terjadi di Desa Simandolak, Kuansing.

KUANSING (RPZ) - Banjir kembali melanda Kabupaten Kuansing. Sebanyak sepuluh kecamatan di Kabupaten Kuansing terendam. Ketinggian air bervariasi, yang terparah hingga mencapai 1,5 meter. 

Salah satunya di Desa Tanjung Simandolak,  Kecamatan Benai. Sebanyak 200 rumah di Desa Tanjung Simandolak Terendam banjir sejak, Sabtu (3/11).

Namun, menurut Kepala Desa Tanjung Simandolak Ribinson Saswe, air mulai naik sekitar pukul 00.30, Ahad (14/11) dini hari. 

“Tadi malam air naik cukup kuat. 100 persen wilayah Tanjung Simandolak terendam banjir. Total rumahnya sekitar 200 rumah yang terendam,” kata Robinsonoto saat ditemui riaupotenza.com saat meninjau banjir. 

Pantauan di lokasi, ketinggian air di Desa Tanjung Simandolak hingga saat ini masih bervariasi mulai dari setengah meter hingga satu meter. Bahkan air meluap hingga ke jalan desa. 

Kondisi tersebut membuat warga terimakasih.  Tak bisa menggunakan sepeda motor, karena ketinggian air di jalan cukup tinggi dan deras.  Pasalnya,  jalan berbatasan langsung dengan bibir sungai Kuantan. 

Banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kuansing dikatakan Robinson, disebabkan karena meluapnya aliran sungai Kuantan. Selain itu, curah hujan yang tinggi menjadi faktor lainnya.

“Sudah dua hari belakangan ini setiap sore dan malam hujan terus. Jika kondisi ini bertahan lama, maka kita terancam gagal panen, “ katanya. 

Senada disampaikan Yekono Warman, salah seorang warga Tanjung Simandolak. Banjir yang memendam ribuan rumah di Kuansing ini terjadi mulai Sabtu (13/11) sore hingga Ahad (14/11) siang. 

“Bahkan warga sudah mengevakuasi terpaksa Sabtu malam.  Karena informasi dari warga yang tinggal di bagian Hulu Sungai, air sudah meluap,” katanya. 

Ia juga mengaku sempat menyematkan semua perabotan rumahnya bahkan mengevakuasi ternaknya ke daerah yang lebih tinggi. Meski begitu, ia dan keluarganya memilih untuk tetap bertahan di rumahnya, kendati rumahnya terendam banjir.

“Barang selamat, kalau ngungsi paling jaga ternak saja. Istri, ada anak yan nemenin di rumah,” katanya.

Banjir kerap mampir di Desa Tanjung Simandolak. Ia berharap pemerintah bertindak cepat untuk mengevakuasi warga yang rumahnya terendam banjir. Karena banyak warga terisolasi di rumahnya karena dikepung banjir. 

Sementara Camat Benai Masnur Judin mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih melakukan pendataan korban banjir di wilayahnya. Pasalnya, desa yang ada disepanjang aliran Sungai Kuantan terendam banjir. 

“Kalau di benai, semua desa yang berada di pinggir aliran sungai Kuantan terendam. Datanya kita belum ada. Baru sedang didata, nanti kita Informasi kan, “ katanya. 

Sementara Plt Kepala Dinas Sosial Kuansing Napisman mengatakan pihaknya belum mengantongi data berapa rumah yang terendam. Pasalnya,  pihaknya saat ini masih di lapangan melakukan pemantauan dan pendataan. 

“Saya masih dilapangan. Untuk data korban banjir baru dalam proses pendataan. Yang jelas nanti kalau sudah terdata, kita baru salurkan bantuan, “ katanya. 

Saat ini katanya, kerugian material belum teridentifikasi. Hujan deras yang merata di Kabupaten Kuansing menjadi penyebabnya. Hampir setiap kecamatan yang dilalui aliran Sungai Kuantan terendam banjir. 

“Jumlahnya belum tahu,” katanya. 

Sementara Kapolres Kuansing AKBP M Mustofa mengatakan pihaknya dan jajaran telah berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam penanganan masalah banjir di Kuansing ini. Pasalnya, rata-rata rumah yang berada di bibir sungai Kuantan terendam air. 

“Kita sudah koordinasi dengan instansi terkait dalam masalah ini. Baik dalam hal evaluasi dan lain sebagainya. Jika ada warga yang membutuhkan, langsung saja telepon Polsek terdekat, “ katanya. (cil)