Pengusaha Ini Harus Masuk Penjara Karena Usahanya


riaupotenza.com
To pengusahan galangan kapal yang ditahan polisi.

PEKANBARU (RPZ) - Seorang pengusaha galangan kapal berinisial To ditetapkan jadi tersangka. Bahkan pria ini, harus masuk penjara karena usahanya.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto SIK, Ahad (4/11/2018) siang mengatakan, dalam kasus ini penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau telah menuntaskan penyidikan terhadap aktivitas pembuatan galangan Kapal, di Jalan Pelabuhan Baru, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rohil. Seorang pengusaha galangan kapal inisial To ditetapkan sebagai tersangka. 

Penahan tersangka ini setelah penyidik mempunyai alat bukti kesalahan tersangka. Diantaranya hasil identifikasi terhadap pemilik dan pekerja yang ada di TKP, dengan melakukan pemeriksaan terhadap pemiliknya TO dan empat orang pekerjanya, masing-masing WI, AL dan SU serta ER.

Kemudian, hasil yang didapatkan, ahli dari BP2HP menjelaskan bahwa kayu yang dilakukan pengukuran di TKP adalah jenis kayu Meranti Merah, Laban, Temutun, Suntai yang merupakan bukan jenis kayu yang dibudidayakan. Sementara itu, pemiliknya tidak dapat memperlihatkan dokumen surat keterangan sahnya hasil hutan.

‘’Barang bukti yang telah diukur ahli akan dijadikan bukti dalam perkara ini dengan volume 64.2043 M3, atau 1071 keping, dan saat ini dititipkan di Polres Rohil,’’ sebut Kabid Humas.

Sebagai acuan penanganan perkara tersebut, telah diterbitkan LP dengan Nomor : 428/IX/2018. Kamis tanggal 6 Sept 2018, dan Mindik Lainnya Yang Diperlukan Yaitu Sprint Sidik, Sp. Geledah, Sp.Sita, dan SPDP. ‘’Penetapan tersangka setelah penyidik melakukan gelar perkara dan meminta keterangan ahli,’’ imbuhnya. 

Sebelum ditahan, tersangka To, kata Sunarto sempat dilakukan pemanggilan sebanyak dua kali. Hingga yang bersangkutan akhirnya memenuhi panggilan penyidik pada Rabu (31/10/2018) lalu. 

‘’Setelah dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, To langsung dilakukan penahanan sesuai dengan sprint han Nomor : SP. Han /42/X/2018/Ditreskrimsus. Tgl. 31 Okt 2018,’’ beber Sunarto. 

Saat ini masih proses penyidikan. Saat ini, barang bukti masih di titipkan di Polres Rohil dan sedang dikoordinasikan dengan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KP2NL) Wilayah Dumai untuk melakukan lelangnya. Dalam kasus ini, To disangkakan melakukan dugaan tindak pidana mengangkut, menguasai, atau memiliki hasil hutan kayu yang tidak dilengkapi secara bersama sama dengan surat keterangan syahnya hasil hutan sebagai bahan baku dalam pembuatan kapal, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 Ayat (1) Huruf b UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang P3H.

‘’Proses identifikasi di lapangan dipimpin Kompol Dermawan SH MH bersama dua orang ahli dari BP2H Riau,’’ pungkasnya.rpr/pr