Aksi Bela Kalimah Tauhid

Ribuan Warga Meranti Turun Ke Jalan, Bocang Sebut Banser Harus Dibubarkan


riaupotenza.com

SELATPANJANG (RPZ) - Ribuan masyarakat yang tergabung di Aliansi Masyarakat Muslim Meranti turun ke jalan "Bela Kalimat Tauhid", Ahad (4/11/2018) pagi, keliling di dua kecamatan sekaligus. Pawai Takbir itu, menggunakan sepeda motor dengan pakaian serba putih. Titik start, Masjid Agung Darul Ulum Kecamatan Tebingtinggi. 

Iring-iringan pawai takbir kembali putar balik setelah memasuki Pusat Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Aksi itu menindaklanjuti pembakaran Panji Tauhid oleh anggota Barisan Ansor Sebaguna (Baser) di Garut, Jabar, yang belakangan dinilai telah menimbulkan keresahan. 

Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi Bela Tauhid, Hendrizal, menjelaskan, berdasarkan pernyataan sikap dalam aksi itu, peserta mengutuk keras pelaku dan kelompok yang mendukung pembakaran kalimat Tauhid, di mana saja mereka berada.

Pernyataan sikap itu, menurut Hendrizal telah disepakati bersama. Dari kelima point pernyataan sikap tersebut tidak ada menyinggung upaya pembubaran Banser, walupun secara pribadi bertolak berlakang dengan keinginannya.

"Itu Pernyataan sikap kelompok aksi. Tetapi secara pribadi saya ingin Anggota pembakar Bendera Tauhid dihukum berat. Dan Banser harus dibubarkan karena telah menimbulkan perpecahan umat atas aksinya," ungkap Hendrizal yang kerap disapa Bocang. 

Selain mengutuk keras pelaku dan kelompok yang mendukung pembakaran kalimat tauhid. Kelima pernyataan siakp itu antara lain, seruan untuk Muslim kembali kepada Kalimah Tauhid. "Dan itu mesti diamalkan setiap kali dzikir, terlebih didalam aktifitas sehari hari. Ketiga, meminta kepada pemerintah untuk peduli dengan kondisi umat dan menindak tegas yang menyudutkan Muslim," katanya. 

Lanjut Hendirsal lagi, pernyataan sikap yang keempat, menyerukan kepada seluruh Ormas Islam dan organisasi Keislaman lainnya agar bersama-sama mengawal orang, atau kelompok yang didapati melakukan tindak tanduk penistaan agama islam. Terutama terhadap kalimat Tauhid. wir