Jasad Dikembalikan Setelah Panggil Pawang

Kepala Putus Dimangsa Buaya


riaupotenza.com
Petugas evakuasi jenazah korban yang dimangsa buaya.

SELATPANJANG (RPZ) — Dua hari hilang di sungai, akhirnya Zaini alias Ujang (35), ditemukan dalam kondisi tewas. Diduga jasadnya dikembalikan buaya yang memangsanya, Selasa (29/10), sekitar pukul 09.00 WIB.

Kondisi korban warga Desa Mekarsari, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti, ini cukup memprihatinkan. Tubuhnya tidak utuh lagi. Bahkan, tanpa kepala. Kedua tangan dan kaki kirinya juga putus dimangsa buaya. 

Kepala Desa Mekarsari, Herman SPd menjelaskan, peristiwa memilukan itu terjadi saat korban dan beberapa rekannya sedang bekerja merakit ratusan tual sagu di Sungai Mukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur. Korban bertugas di bagian belakang. Sementara rekan kerjanya bertugas di bagian tengah dan depan. Rencananya, ratusan tual tersebut akan mereka bawa (ditarik pakai pompong) ke kilang sagu.

Tuhan berkehendak lain. Pekerjaan belum selesai, malah Zaini hilang begitu saja di dalam sungai. Tidak ada seorang pun yang tahu keberadaan pria itu. Termasuk kepala rombongan HM Ali.

Meski tidak ada tanda-tanda mencurigakan, rekan korban yakin jika Zaini telah menjadi korban keganasan buaya. Sebab, hewan predator tersebut banyak di tempat mereka bekerja. 

Tak ayal, pekerjaan pun ditinggalkan. Mereka bergerak menyusuri sungai untuk mencari Zaini. namun tidak berhasil. Mereka pun memutuskan untuk meminta bantuan. Dan, salah seorang keluarga korban yang kebetulan ikut bekerja diutus pulang ke kampung untuk menga bari keluara dan kepala desa. 

Informasi kehilangan Zaini langsung menyebar. Tidak hanya pihak keluarga. Sejumlah warga desa juga ikut melakukan pencarian. 

Siang dan malam, pencarian terhadap korban terus dilakukan. Memakai pompong dan sampan. Warga yang dikomandoi Kades Mekarsari terus mencari  dengan cara menyusuri Sungai Mukun. Namun, upaya mereka gagal. Zaini tetap saja tidak ditemukan.

“Kami sempat mencari korban. Namun tidak berhasil. Akhirnya, kami meminta bantuan pawang buaya,” kata Kades Herman, Rabu (31/10).

Hari itu juga sang pawang memulai ritual. Komunikasi gaib antara pawang dengan buaya dilakukan dalam prosesi khusus. Barulah kemudian mereka kembali bergerak bersama pawang, menyusuri Sungai Mukun dan sejumlah tempat yang diduga menjadi sarang para buaya. 

Akhirnya, buaya ganas itu mengembalikan jasad Zaini, walaupun sudah tidak utuh lagi. Korban ditemukan terdampar di pinggir pantai di sekitar sungai. Setelah dievakuasi, kemudian jasad korban dibawa ke kampung halamannya untuk dikebumikan pihak keluarga. pr/mx