Pujud Kembali Digemparkan Penemuan Mayat


riaupotenza.com
Petugas dan warga menyaksikan temuan kerangka mayat di kebun sawit.

PUJUD (RPZ) — Warga Kecamatan Pujud, kembali digemparkan adanya penemuan sesosok mayat. Kali ini kondisinya sudah hampir hancur di kebun sawit, yang ditimbuni daun sawit kering.

Penemuan mayat yang berada di Dusun Simpang Jengkol, RT 01 RW 01 Kepenghuluan Kasang Bangsawan, Kecamatan Pujud, itu ditemukan oleh Nuraini Boru Sagala dan suaminya.

Menurut keterangan dari Nuraini Boru Sagala, salah satu warga yang menemukan seonggok mayat yang sudah hancur itu untuk pertama kalinya, kepada pihak Polsek Pujud, Sabtu (27/10) sekitar pukul 10.00 WIB, ia berangkat ke kebun karetnya hendak menderes getah. Biasanya ia bersama suaminya, berangkat melalui kebun sawit itu yang diketahui milik Udin Poniman salah satu warga setempat.

Akan tetapi pada pagi itu, Nurainai Boru Sagala tidak sengaja tersepak onggokan daun kering tersebut. Ternyata, timbunan daun sawit kering itu ada mayat yang sudah dalam kondisi hancur.  

Bahkan tidak dapat dikenali lagi, selain baju dan celana yang dipakai oleh mayat tersebut, hanya ada sedikit daging yang tersisa. Selain dari itu, tinggal tulang belulang saja yang terlihat.

Tentu saja mayat tanpa identitas itu, kembali membuat petugas Kepolisian Polsek Pujud bingung. Berhubung warga setempat tidak ada yang merasa kehilangan salah satu anggota keluarganya. Seakan tidak kehabisan akal, kemudian pihak Kepolisian Polsek Pujud melakukan koordinasi dengan pihak Polsek yang lain, agar bisa mengumumkan kepada warga yang ada di Wilkumnya, mana tahu ada anggota keluarga yang hilang.

Tidak lama kemudian, salah satu warga dari Dusun Murini Kepenghuluan Bakti Makmur, Kecamatan Bagansinembah. Bahkan pihak keluarga kepada polisi memastikan jika mayat yang tersisa hanya tulang belulang itu, memang anggota keluarganya. Hal ini ia lihat dari pakaian yang dipakai.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban bernama Mariani umur sekitar 30 tahun itu, berstatus sebagai janda muda anak satu. Ia diketahui sudah menghilang dari rumahnya sejak Selasa (6/10) lalu. Hal ini ditandai dengan putus kontaknya pihak keluarga dengan korban.

Dengan adanya temuan identitas korban, Kapolsek Pujud AKP Rahmad Damhuri Siregar SH kepada riaupotenza.com menerangkan bahwa ini sebagai langkah awal pihak kepolisian untuk mengusut perkara kematian korban. 

Terkait dengan apa indikasinya yang membuat korban bisa terbunuh, Kapolsek masih memberi jawaban sementara. ‘’Itu masih dalam penyelidikan kita, bagai mana cara dia bisa tewas. Hanya saja untuk sementara ini kami nilai, memang ada unsur pembunuhan yang terencana, karena dari keterangan pihak keluarga, korban juga pergi bersama dengan seseorang, selain itu kendaraan yang dipakai korban sampai sekarang juga hilang,’’ terangnya.

Langkah yang akan dijalani oleh pihak kepolisian, jelas Damhuri, akan memeriksa pihak keluarga dan juga orang-orang dekat korban semasa hidup. Selain itu, juga akan mencari tahu dengan siapa saja korban melakukan komunikasi dihari terakhirnya.

Pasca penemuan mayat yang diperkiran sudah ada tiga minggu membusuk di kebun salah satu warga itu dan pihak kepolisian juga sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kemudian tulang belulang korban langsung dibawa oleh pihak Kepolisian ke rumah sakit Bhayangkara Polda Riau, guna menjalani visum lebih lanjut.

‘’Kerangka korban sudah kami kirim ke rumah sakit Bhayangkara Polda, guna menjalani visum. Tujuannya agar mempermudah petugas melakukan penyelidikan lebih lanjut, selain itu kami juga meminta kepada pihak keluarga, agar kooperatif dengan petugas guna mempermudah proses penyelidikan,’’ tutupnya. 

Penemuan mayat ini membuat warga sekitar terkejut. Karena masih sangat segar ingatan mereka kasus anak dibawah umur yang dibunuh dan sebelumnya diperkosa oleh pelaku.

‘’Bagaimana kita tidak bingung, belum sempat lagi habis ingatan kita prihal penemuan mayat wanita paruh baya yang mati tergeletak di parit lantas tidak lama berselang ada penemuan mayat lagi seorang anak SD yang sangat mengenaskan,’’ papar Rubiani ketika dijumpai riaupotenza.com.

Ia memprediksi, jika dilihat dari kondisi yang hanya tertinggal tulang belulang, mayat tersedut diduga sudah lama. ‘’Sungguh merinding bulu kuduk kami melihat pristiwa yang sangat langka terjadi di tempat kami ini. Coba bayangkan belum ada satu bulan sudah ada tiga mayat ditemukan dengan jenis kelamin yang sama. Apakah ini ada juga kaitanya dengan penemuan mayat yang dua orang tersebut, kami juga belum bisa memastikanya. Itu semua kami serahkan kepada pihak yang berwajib agar tetap menjalankan tugasnya dalam mengayomi masyarakat,’’ pintanya. her/prs