Dua Bocah Tewas Tenggelam


riaupotenza.com
Bhabinkamtibmas Sungai Panji-panji, Brigadir Mastura, dan keluarga korban almarhum Khairunnisa memperlihatkan sumur dimana korban jatuh tenggelam.

KUBA (RPZ) — Pasangan Farwanto, dan istri Siti Fatoyah, warga RT 01 RW 01, Kepenghuluan Sungai Panji-panji, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba) diselimuti duka. Putri kesayangan mereka bernama, Khairunnisa (3) tewas setelah tenggelam di sumur, Selasa (16/10) sekitar pukul 17.00 WIB.

Duka yang mendalam juga dialami, Tabrani (34) warga Jalan Morah Pelangi RT 02, RW 03 Keluarahan Teluk Merbau Kecamatan Kubu. Putra kesayangan mereka Arsy (2) meninggal dunia setela tenggelam di dalam paret, Rabu (24/10) sekitar pukul 16.00 WIB.

Kedua kasus tenggelamnya bocah tersebut, dibenarkan oleh Kapolsek Kubu AKP Syofyan SE kepada riaupotenza.com, Ahad (28/10) ketika dikonfirmasi melalu via telponnya. “Polisi mendapat informasi dari masyarakat pada tanggal 27 Oktober, dan langsung kita lakukan penyelidikan, ternyata kasus tersebut benar, dan dua korban sudah disemayamkan masing-masing keluarga,’’ ujarnya.

Kronologis tenggelamnya Khairunnisa, lanjut Kapolsek, pada 16 Oktober 2018 sekitar pukul 17.00 WIB, korban bermain dengan anak Riyani (saksi) di depan rumah bersama kakek korban bernama Misnanka di jalan parit satu wilayah RT 01.

Pada saat itu, lanjut Kapolsek, Siti Fatoyah (ibu korban) sedang mencari sayuran kangkung di parit nol, sementara ayah korban yang bernama Farwanto sedang bekerja.

Sekitar pukul 18.00 Riyani hendak mandi, alangkah dikejutkannya, ketika itu saksi melihat korban di dalam paret sumur dengan posisi badan terapung. Melihat demikian saksi langsung menjerit.

‘’Tak berapa lama kakek korban datang, langsung mengangkat korban dalam ke adaan tak sadarkan diri, kemudian meletakkan korban dipinggir sumur melakukan pertolongan dengan menunggingkan, dan mengisap mulut korban,’’ ujarnya.

Diuraikan Kapolsek, karena korban tak juga sadarkan diri, maka, masyarakat langsung melarikan korban ke bidan deaa bernama Samsidar, sebagai upaya dalam melakukan pertolongan.

‘’Setelah sampai di klinik, kemudian bidan desa memeriksa korban, namun nyawa korban tak tertolong lagi (meninggal), dan selanjunya jenazah korban dibawa kerumah duka untuk dilakukan penyemayaman,’’ terangnya.

Sementara itu, korban Arsy, kata Kapolsek, pada tanggal 24 Oktober, korban bermain dengan kakaknya bernama, Abi di belakang rumah saudara Syahrin yang mana tanpa disadari kakak korban pergi ke belakang rumah dengan sorang diri.

Kemudian sekitar pukul 16.00 WIB, saudari Mulyati melihat korban berada di dalam sumur milik orang tuanya (Syahrinh). Dengn posisi badan mengapung, kemudian Mulyati menjerit memanggil suaminya, Ismail untuk melakukan pertolongan terhadap korban.

Ismail langsung melakukan pertolongan dengan mengangkat korban,  dari dalam sumur, dan saksi berupaya memberitahukan orangtua korban, Tanbrani. Berselang beberapa waktu, orangtua korban tiba di TKP, dan langsung mengangkat korban yang sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri.

‘’Orangtua korban membawa korban ke rumahnya, sembari memukul bagian belakang badan korban menggunakan bantal guling, namun korban tetap tak sadarkan diri,’’ terangnya.

Orangtua korban, langsung melarikan korban ke klinik dr Amri. Tapi, tim medis di klinik tersebut menyarankan untuk langsung dibawa ke Puskesmas, karna di klinik tersebut tidak terdapat oksigen.

‘’Korban kebali dibawa ke Puskesmas dan salah seorang petugas Puskesmas langsung memeriksa korban. Namun pihak puskesmas menyatakan, bahwa korban sudah meninggal dunia dan selanjunya korban dibawa pulang kerumah duka,’’ ujarnya.

Kapolsek mengimbau, agar masyarakat dapat lebih memberikan pengawasan ekstra kepada anak, terlebih saat ini musim banjir. Sehingga apabila kurangnya pengawasan bisa berakibat fatal.

‘’Sekarang musim banjir, semua parit-parit dipenuhi air. Jadi kepada orangtua, tolong berikan pengawasan ketat bagi anak-anak kita, jangan sampai karena kelalaian orangtua, bisa berakibat fatal nantinya,’’ pungkasnya. zul