Kapal Tenggelam,Tiga Tewas, Satu Hilang


riaupotenza.com
Dua jenazah korban kapal karam saat akan dievakuasi dari kapal di Pelabuhan Oliong. Pencarian korban lainnya dipimpin Iptu Sapto Hartoyo masih terus dilanjutkan.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) — Rabu (24/10), sekitar pukul 21.00 WIB, telepon seluler Mansur atau akrab disapa Mama berdering. Ketika dilihat, si penelepon ternyata bos pemilik kapal bernama Suryadi. 

‘’Kalian sudah sampai di mana?’’ tanya sang bos.

‘’Kami sudah di Pulau Halang,’’ jawab Mama.

Malam itu, Mama bersama tiga penumpang lainnya, yaitu Ibrahim, nakhoda kapal, warga Bagan Punak Pesisir, Budi (36), anak buah kapal (ABK), warga Jalan Pasir, Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir dan Dayat, penumpang asal warga Jalan Simpang Tiga.

Mereka berangkat dari Bagansiapiapi, sekitar pukul 19.00 WIB menuju ke Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika). Dalam perjalanan malam itu, kapal bermuatan sekitar empat toni kerang atau sekitar 83 karung.

Setengah jam setelah Suryadi menelepon, giliran Mama yang menghubungi bosnya itu. Dalam pembicaraanya, Mama mengabarkan kapal yang mereka tumpangi akan tenggelam.

Informasi itu sempat membuat Suyadi panik. Namun, ia tetap bisa memberikan arahan untuk mengantisipasi kapal karam.

‘’Saya perintahkan mereka buang kerang ke laut,’’ ucap Suryadi, ketika dijumpai riaupotenza.com di Pelabuhan Oliong, Sabtu (27/10).

‘’Dari sambungan telepon itu, saya mendengarkan suara mereka membuang kerang,’’ tambahnya. 

Tidak lama kemudian, Suryadi kembali menghubungi Mama. Namun, informasinya yang didapatnya, kondisi semakin parah.

‘’Kapal sudah tenggelam. Kami sudah di atas tenda,’’ kata Mama, seperti ditirukan Suryadi ketika menanyakan kondisi Mama dan penumpang lainnya. 

‘’Setelah itu, tidak ada kontak,’’ tambahnya.

Informasi itu membuat Suryadi bergegas mencari bot dan melaporkan ke Sat Polair Polres Rohil. ‘’Lebih kurang tujuh orang kami dalam bot pergi ke pulau untuk mencari mereka,’’ ujarnya. 

Sampai di Pulau Halang pukul 01.00 WIB dan langsung mencari sekitar pulau sampai pukul 03.00 WIB, namun tidak ditemukan. ‘’Kamis pagi sekitar pukul 05.00 WIB dilanjutkan pencarian dan melibatkan 15 bot serta Polair, namun mereka tidak kunjung ditemukan,’’ terang Suryadi.

Ia memaparkan, di kapal motor itu ditumpangi empat orang, di antaranya Ibrahim, Budi, Mama, dan satu penunpang yang ingin ke Panipahan bernama Dayat.

‘’Dalam kapal empat orang, tekong, dua ABK, dan satu penumpang yang dari Bagan ingin ke Panipahan,’’ tambahnya.

Ketiga jasad yang ditemukan itu dibawa ke RSUD Pratomo Bagansiapiapi, untuk dilakukan identifikasi. Pihak rumah sakit melakukan pembersihan jasad korban, setelah itu diserahkan kepada pihak keluarga untuk peroses pemakaman.

Penghulu Bagan Punak Pesisir Toyib, mengakui pasca kejadian tersebut tiga dari empat korban merupakan warganya warga Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir. ‘’Tiga warga kita, satu lagi orang simpang tiga. Untuk warga kami yang dapat Budi, dan Ibrahim, sementara Mama belum dapat,’’ tambah Toyib. 

Setelah dilakukan pencarian selama tiga hari, tiga penumpang ditemukan dalam kondisi tewas, Sabtu (27/10). Kasat Polair Poilres Rohil Iptu Sapto Hartoyo menjelaskan, tiga nelayan yang telah ditemukan itu bernama Budi (36), warga Jalan Pasir, Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir; Dayat, warga Jalan Simpang Tiga, dan Ibrahim, warga Bagan Punak Pesisir. 

‘’Ketiga korban ditemukan jauh dari lokasi kejadian dengan kondisi telah meninggal dunia,’’ kata Sapto, Sabtu (27/10). 

Dipaparkan Sapto, korban Budi ditemukan di Pulau Pedamaran pada pukul 06.00 WIB, Dayat ditemukan Panipahan, dan Ibrahim di Pulau Halang Belakang. Sedangkan seorang penumpang yang belum ditemukan adalah Mama, warga Kepenghuluan Bagan Punak Pesisir.

Kasat mengakui, salah satu ABK bernama Mama, sempat menghubungi Suryadi, pemilik kapal dan mengatakan di dalam perjalanan antara Pulau Halang - Sungai Daun, kapal yang mereka tumpangi ingin tenggelam. ‘’Sekitar pukul 22.00 WIB, hilang kontak. Kemudian Suryadi melaporkan kejadian itu kepada patroli Sat Polair,’’ papar Sapto.

Mendapat laporan itu, tambahnya, menggunakan kapal patroli pihaknya langsung melakukan pencarian di perairan Pulau Halang dan Sei Daun. Namun kapal dan awak kapal tidak ditemukan.

‘’Sekira pukul 24.00 WIB, pencarian dihentikan mengingat cuaca yang buruk dan dilanjutkan pencarian hari Kamis,’’ katanya. 

Setelah menemukan tiga para nelayan, tim Basarnas serta Polair masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban lagi. ‘’Tiga sudah ditemukan, sementara satu lagi dalam proses pencarian yang melibatkan nelayan, Polair, dan Basarnas,’’ ungkapnya. 

Diakui Sapto, ketiga jasad yang ditemukan tersebut ditemukan oleh nelayan. ‘’Ketiganya ditemukan oleh nelayan, mereka informasikan ke kami, dan kami langsung jemput,’’ paparnya. ald