Gerakan Umat Islam Bersatu di Dumai Sampaikan 8 Tuntutan ke Kapolres


riaupotenza.com
Perwakilan Gerakan Umat Islam Bersatu menyerahkan pernyataan sikap berisi 8 tuntutan dalam Aksi Bela Tauhid dikota Dumai.

DUMAI (RPZ) - Meski kota Dumai Ahad (28/10/2018) sempat diguyur Hujan cukup lama, namun tidak mengurungkan niat dari Umat Muslim dari Gerakan Umat Islam Bersatu termasuk dari Ormas Islam di Kota Dumai untuk melaksanakan Aksi bela Tauhid dengan mengadakan Pawai Tauhid dan Long March mengutuk pembakaran bendera tauhid.

Sebelumnya aksi bela Tauhid, sejak pagi kota Dumai sudah diguyur hujan deras. Sementara sebagian besar massa sudah berkumpul di jalan Soebrantas Masjid Habiburrahman Dumai yang dijadikan tempat titik kumpul pada pukul 08.00 Wib. Setelah hujan reda dan massa umat muslim sudah berkumpul, akhirnya sekitar pukul 10.00 Wi lebih, massa pun bergerak dengan membawa ratusan bendera bertuliskan kalimat Tauhid.

Sepanjang perjalanan dari Soebrantas menuju simpang empat Polres Dumai Jalan Sudirman, konvoi bela tauhid dengan menggunakan kendaraan bermotor roda empat maupun sepeda motor yang dikawal oleh Kepolisian Resort Dumai ini terus mengumandangkan Dzikir ''La Ilaha illallah Muhammad Rasulullah'' seraya mengibarkan bendera bertuliskan Kalimat Tauhid.

Sesampai didepan Mapolres Dumai masih di Jalan Sudirman, massapun berkumpul seraya menyampaikan orasi secara silih berganti. Sementara aparat kepolisian terlihat mengawal serta mengatur arus lalu lintas. Terlihat Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan dan beberapa perwira Polres Dumai berada di lokasi saat berlangsungnya orasi.

Usai orasi, koordinator Aksi H Azwar Jaz bersama H Awaluddin menyerahkan pernyataan sikap yang berisi 8 tuntutan kepada Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan diatas Mobil Pick Up tempat berlangsungnya Orasi. Adapun 8 tuntutan tersebut adalah umat islam kota Dumai mengutuk keras penistaan bendera tauhid dan penistaan terhadap islam secara umum, umat islam kota Dumai berkomitmen menjaga kerukunan umat beragama.

Selanjutnya, Umat Islam kota Dumai mendesak pihak berwajib mengadili pelaku penistaan pembakaran kalimat tauhid, mendesak penegakan hukum yang berkeadilan sesuai Undang Undang yang berlaku, mendesak penegakan hukum dan tidak menjadi alat pengusaha, apabila hukum tidak ditegakkan terhadap penista agam, maka kami umat islam tidak akan tinggal diam, menyeru kepada Pemerintah kota Dumai agar peduli dan memberi Pembinaan terhadap agama, dan meminta kepada pemerintah kota Dumai untuk memberantas seluruh tempat maksiat, perjudian, LGBT dan tidak mentolerir ritual sirik dilakukan dikota Dumai.

Kapolres Dumai AKBP Restika P Nainggolan usai menerima pernyataan sikap mengatakan, pihaknya akan meneruskan aspirasi yang disampaikan ini kepada Kapolda Riau. Kapolres Dumai juga mengatakan, kalau proses penegakkan hukum sudah dilaksanakan Polda Jawa Barat dan diserahkan kepolisian Jawa Barat Polres Garut. 

''Kita serahkan proses di kepolisian di Garut, sambil menunggu perkembangan. Saya juga berharap, kita semua tetap tetap menjaga Kerukunan dan tetap bertoleransi, sehingga Dumai tetap jaya dan kondusif,'' harap Kapolres yang diaminkan lebih kurang seribuan massa. 

Kapolres Dumai juga mengatakan, kalau pelaksanaan berjalan tertib dan cuaca mendukung. ''Sehingga kepulangan teman semua berjalan baik. Sekali lagi, kami berkomitmen tetap memberantas curat, curas, curanmor, Pekat, prostitusi yang meresahkan masyarakat,'' tegasnya. 

Diakhir kegiatan, Gerakan Umat Islam Bersatu melanjutkan konvoi melewati jalan Sudirman, jalan Budi kemuliaan, jalan Ombak dengan mengibarkan bendera bertuliskan Tauhid seraya melafaskan kalimat Tauhid. mdi