Demi Ikuti Test CPNS, Beginilah Jerih Anak Sempadan Negeri


riaupotenza.com

SELATPANJANG (RPZ) - Hari pertama test CPNS di Kabupaten Kepulauan Meranti berjalan lancar, Jumat (26/10/2018) pagi hingga sore di Gedung Affifa Sport Center, Selatpanjang.

Namun dibalik kelancaran tersebut, ada cerita lain yang bisa dijadikan pelajaran penting bagi peserta lainnya. Cerita itu datangnya dari seorang peserta test CPNS Kabupaten Kepulauan Meranti 2018 ini.

Dengan kondisi luka parah pada persendian kaki kiri akibat kecelakaan lalu lintas saat menuju ke lokasi ujian, ia tetap bertekat menjalani ujian seperti peserta lainnya. Walaupun harus dibopong. 

Dia adalah Sri Wahyuni, wanita muda berusia 23 tahun asal Desa Bokor, Kecamatan Rangang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti. Ingin mengadu nasib agar bisa membahagiakan hati kedua orang tua, Sri rela merintih kesakitan sepanjang perjalanan menuju ke lokasi ujian. 

"Sakit bang. Namun dorongan saya untuk tetap ikut test ini tidak lain untuk menyenangkan hati kedua orang tua. Terlebih saya anak pertama dari tiga bersaudara," ujarnya usai pelaksaanaan ujian di Gedung Afifa laintai dua. 

Kecelakaan lalu lintas itu dialaminya dihari yang sama. Kepada riaupotenza.com, Sri mengaku kecelakaan itu terjadi secara tiba-tiba saat melintasi Desa Telaga Baru menuju Pelabuhan Desa Lemang, Kecamatan Rangsang Barat. 

Memang secara geografis, Desa Bokor, Telaga Baru, dan Desa Lemang terletak di Pulau Rangsang yakni sebagai pulau terdepan yang bertabatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. "Saya tinggal di Desa Bokor. Dua desa saya harus lewati, dari Bokor saya harus melewati Desa Telaga Baru untuk tiba di pelabuhan Desa Lemang," ujarnya. 

Sementara dari Desa lemang ia mengaku terpaksa menyeberangi Selat Air Hitam menuju ke Selatpanjang selama 15 menit menggunakan kepang. Saat kecelakaan tersebut ia menjelaskan sempat mendapat perawatan di Puskesmas Desa Telaga Baru. Dengan kondisi luka parah di persendian kaki kiri yang membengkak, ia tetap bertekat tiba tepat waktu di lokasi ujian, walaupun diantar oleh sang ayah. 

"Tadinya dari rumah sendiri saja menggunakan motor. Setelah jatuh saya sempat berobat ke Puskemas di sana. Karena sakit saat berjalan, saya telphone bapak agar bisa mengantar saya hingga ke lokasi ujian di Selatpanjang," ujarnya. 

Tiba di Selatpanjang, ia kembali mendapat perawatan oleh tim medis yang segaja ditempatkan di lokasi ujian. Hal itu dilakukan karena lukanya kembali mengeluarkan darah. 

"Tadi tiba disini, luka saya juga kembali berdarah. Namun untung saja disini sudah ada standby tim medis dari Puskesmas. Setelah dinyatakan tidak apa-apa oleh tim medis, saya kembli dinyatakan bisa mengikuti ujian tersebut," ungkapnya.

Dengan kondisi tersebut, ia juga mengaku tidak mempengaruhi konsentrasinya dalam mengisi lembaran soal yang diberikan oleh pengawas. 

Terlihat sedikit sedih, Sri juga menolak menjawab atau membeberkan hasil nilai yang ia dapat ketika menjalani test tersebut. "Apa perlu bang saya kasi tau hasil nilai saya, ? Saya rasa tak perlu lah ya dibeberkan hasil test saya tadi," ungkapnya. 

Menanggapi kisah itu, Sekretaris Badan Kepegawaian Kepulauan Meranti Bakaruddin mengapresiasi semangat Sri Wahyuni. Menurutnya perjuangan peserta terkait untuk mengikuti test CPNS ini sangatlah besar, mengingat masih ada 50 orang peserta yang belum mengambil kartu peserta dengan alasan yang bervariasi. 

Walaupun saat ini ia mengaku akan ada mempertimbangan terhadap para peserta terkait. Namun pertimbangna itu hanya berlaku terhadap peserta ynag memiliki alasna uang kuat. 

"Ada yang belum mengambil nomor ujian dengan berbagai alasan. Ada yang sakit, sudah melahirkan dan alasan lokasi yang jauh. Namun panitia tetap mempertimbangkannya dengan alasan yang kuat. Bagi yang tidak ikut ujian karena sakit tidak ada ujian susulan, otomatis langsung di diskualifikasi," kata Bakharuddin. wira