Dua Tahun Buron, Otak Pelaku Pembunuh Dedi Saputra Ditangkap


riaupotenza.com
Tersangka Mardian (25) ditangkap di kediamannya di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumut.

UJUNGTANJUNG (RPZ) — Kerja keras Sat Reskrim Polres Rohil bersama Sat Polsek Bagan Sinembah, selama dua tahun, akhirnya membuahkan hasil. 

Personil Reskrim berhasil menangkap Mardian (25) buronan (dua tahun DPO) yang juga otak pelaku pembunuhan terhadap Dedi Saputra yang ditemukan tewas, Jumat (30/12/2016)

“Iya, tersangka ini kita tangkap Ahad (21/10/2018) sekira 18.30 Wib di rumah kediamannya di Desa Perbangunan, Kecamatan Sei Kepayang, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumut,” kata Kapolres Rohil, AKBP Sigit Adiwuryanto SIK MH, dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Faizal Ramzani SH SIK, Selasa (23/10/2018).

Kasat menjelaskan, bahwa pada tahun 2017 silam, pihaknya juga telah berhasil menangkap Saiful yang merupakan warga Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau. 

Dia ditangkap tim Polres Rohil di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara (Sumut), dan sekarang sudah menjalani hukuman di balik jeruji besi Rumah Tahanan (Rutan) Bagansiapiapi.

Faizal Ramzani menjelaskan, kasus pembunuhan sekaligus menguasai harta milik korban Dedi Saputra terjadi Desember 2016 lalu. 

Dalam kasus pembunuhan ini Saiful (tersangka 1)  dibantu rekannya Mardian (tersangka 2 yang baru ditangkap). “Peristiwa pembunuhan ini berawal antara korban dengan kedua pelaku saling berteman. Mereka bertiga berencana akan jalan-jalan menuju ke Tanjungbalai Asahan di Sumut. Dengan bermodalkan sepeda motor milik korban, mereka berboncengan tiga.

Saat itu yang membawa motor adalah Mardian, sedangkan korban (Dedi) duduk di tengah, dan Saiful duduk di belakang,” kata Faizal.  

Namun, lanjut Faizal, saat di perjalanan mereka berhenti untuk beristirahat masih di wilayah Rohil. Mereka beristirahat selama empat jam di sebuah rumah kosong.  Lalu, pelaku Saiful dan Mardian membangunkan korban yang lagi istirahat tidur. 

Korban diajak ke sebuah warung yang juga lagi kosong tak jauh dari rumah yang mereka singgahi. “Saat korban duduk di warung itu Saiful mencekik leher korban yang dibantu rekannya Mardian. Setelah korban terlihat lemas, gantian Mardian mencekik leher korban hingga tewas,” jelas Faizal.

Sadisnya, tambah Faizak, usai membunuh, kedua pelaku membawa jasad korban di atas motor. Posisi korban yang sudah tewas didudukan di tengah sedangkan Saiful di belakang.

Dalam perjalannya di wilayah perbatasan dengan Sumut, mereka berhenti. Ini karena di wilayah tersebut lagi ada razia Polantas. Padahal mereka sudah berencana membawa mayat tersebut sampai ke Tanjungbalai Sumut untuk dibuang ke laut.

Melihat ada Polantas melakukan razia, Rian memutar balik motor yang dibawanya. Mereka lantas membuang mayat korban di Km 39 Balam. Selanjutnya mereka menuju ke Tanjungbalai dengan membawa motor milik korban. 

“Alhamdulillah, semua pelaku sudah berhasil kita tangkap. Semoga saja nanti bisa divonis oleh majelis hakim setimpal dengan perbuatan dilakukan tersangka ini,” tutup AKP Faizal.fen.