Rekrut Ulang Honorer Dites


riaupotenza.com
Bupati Rohil H Suyatno AMp berfoto bersama di SMAN 1 Bangko dalam rangka merayakan HUT ke 55 SMANSA Bangko.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) – Terkait rencana  akan merekrut kembali tenaga honorer yang sebelumnya dirumahkan oleh Pemkab Rohil telah dilakukan pembahasan lebih jauh oleh Pemda Rohil. 

Dikatakan Bupati Rohil H Suyatno, bahwa setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak mungkin tidak mempekerjakan tenaga honorer, maka dari itu rekrut yang dilakukan akan sesuai kebutuhan dan pakai tes.

“Tidak mungkin tidak mempekerjakan tenaga honorer, namun caranya nanti berbeda dan kita akan rekrut kembali. Yang jelas rekrutnya pakai tes,” kata Suyatno Selasa (23/10).

Dikatakannya, bahwa adapun ketentuan yang akan dilakukan pemerintah dalam penerimaan kembali tenaga honorer yang dirumahkan itu melalui proses ujian. Selain itu juga akan ada pembatasan usia, melihat dasar kemampuannya apa, ijazahnya tamatan apa nanti akan dituangkan dalam suatu aturan.

“Kita akan buat sebuah peraturan dan itu kita tuangkan dalam sebuah aturan, makanya kita akan lakukan tes terhadap tenaga honor yang akan direkrut kembali. Dan kita akan melihat lagi usia honorer itu, kemampuannya apa serta tamatan apa dia,” tegasnya.

Dalam rekrut kembali tenaga honorer itu, lanjut Suyatno, pihaknya tidak akan tebang pilih, melainkan akan kembali memanggil seluruh honorer yang sudah dirumahkan itu. Dan dalam pemanggilan akan dilakukan tes kemampuan. “Mereka akan dipanggil kembali, silahkan nanti beradu kemampuan,” ungkapnya.

Kendati jumlah yang dirumahkan ada sekitar empat ribu lebih tenaga honor, pihaknya tidak lagi akan merekrut sejumlah yang ada melainkan akan mengambil sesuai kebutuhannya dan apa saja yang diperlukan kemampuan bidangnya. “Ini sesuai dengan kebutuhan masing-masing OPD yang tahu, misal dinas pendidikan butuh 50 orang, silahkan ambil, karena yang memakai itu adalah masing-masing dinas. Sebagai kepala daerah hanya menyetujui saja,” ungkapnya.

“Saya tekankan Januari sudah kembali bekerja sesuai dengan jumlah kebutuhan masing-masing OPD. Jadi tidak sebanyak ribuan lagi yang akan diambil, dengan kondisi keuangan daerah yang tidak stabil ini kita akan batasi sesuai kebutuhan saja,” imbuhnya lagi. iin.