Sebelum Gantung Diri, Ibu Ini Tulis Surat untuk Suami

Maafkan Saya Bang, Tak Bisa Jadi Istri yang Baik


riaupotenza.com
Petugas melakukan olah TKP di tempat korban gantung diri.

ROHUL (RPZ) - “Saya minta maaf tidak bisa jadi istri yang baik buat abang, saya titip anak kita, kelak dia dapat jadi kebangaan abang, dan maaf saya pergi selamanya, saya tidak sanggup lagi.” Begitulah isi surat yang ditinggalkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Ronauli Simamora (25), untuk sang suami.

Warga Perumahan PT RAKA Afdeling I Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) ditemukan sekarat karena gantung diri di rumahnya. Sebelum tewas, korban sempat mendapatkan penanganan medis.

Surat yang yang ditujukan untuk sang suami tersebut ditulis oleh korban RS sebelum dirinya ditemukan sekarat dengan posisi tergantung di rumahnya. Di bagian penutup surat itu, korban juga menuliskan “semoga abang bahagia dan tolong jaga Elsa”.

Kapolres Rohul AKBP M Hasyim Risahondua SIK MSi melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono SH mengatakan, penemuan adanya korban gantung diri itu, Jumat (19/10) sekitar pukul 17.30 WIB sore.

Berawal, Jumat sore itu salah seorang tetangga korban bernama Rosmawati hendak berbelanja kebutuhan harian di rumah korban. 

Beberapa kali dipanggil, namun tidak ada jawaban dari korban. Karena pintu dalam keadaan terkunci, akhirnya Rosmawati mencoba melihat ke dalam rumah melalui ventilasi.

Alangkah terkejutnya Rosmawati ketika melihat korban dalam keadaan tergantung dengan seutas kain panjang di pintu kamarnya. Kemdian, saksi Rosmawati segera berlari memberitahukan ke warga sekitar.

Akhirnya, bersama Rempi Marbun, Rosmawati langsung memberitahuakan temuan itu kepada pihak Securiti PT. RAKA. Seketika itu juga, pihak Securiti PT RAKA datang dan langsung mendobrak pintu  depan untuk bisa masuk ke dalam rumah. “Kemudian, setelah suami korban datang, dengan dibantu warga sekitar, korban langsung diturunkan. Namun saat itu, denyut nadi korban masih terasa dan langsung dilarikan ke Klinik HMC Kandis,” kata Ipda Nanang, Sabtu (20/10) malam.

Setelah mendapatkan penanganan medis di Klinik HMC Kandis,  akhirnya korban pun tidak tertolong lagi, korban akhirnya tewas  akibat gantung diri tersebut. “Berdasarkan hasil visum yang dilakukan oleh dr. Sinta di Klinik HMC Kandis, menerangkan bahwa korban telah meninggal dunia dikarenakan gantung diri hal tersebut ditandai dengan keluarnya darah dan air liur dari mulut korban,” ungkap Ipda Nanang, menerangkan korban dikembalikan ke keluarganya untuk dilakukan pemakaman. 

Ditambahkan Ipda Nanang, dari lokasi kejadian gantung dirinya korban RS, polisi amankan barang bukti berupa kain panjang yang digunakan korban untuk gantung diri, dirigen air dan sepucuk surat. (rpg)