Kasus 1,07 Ton Benih Jarak Ilegal China-Meranti

Penyidik Tetapkan Satu Tersangka


riaupotenza.com

SELATPANJANG (RPZ) - Setelah melakukan proses penyelidikan, akhirnya penyidik tetapkan tersangka kasus 1,07 Ton benih Pohon Jarak Ilegal Asal China yang diamankan oleh Barantan di Kepualuan Meranti 12 Juli 2018 lalu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan Barantan Kelas I Pekanbaru, Ferdi hari ini mengatakan, pemeriksaan terhadap saksi-saksi juga telah dilakukan, termasuk Kepala Desa Tanjung Peranap Aswandi yang diduga sebagai pemasok tunggal barang haram tersebut. 

"Semua saksi sudah lengkap, termasuk kepala desa terkait yang diduga sebagai pemasok," ujarnya. 

Selain itu Ferdi juga tidak menyangkal jika akan ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut. Dugaan sementara tersangka masih satu orang, namun ia masih enggan membeberkan inisial tersangka. 

"Prosesnyakan sudah kita limpahkan ke Jaksa, kita tunggu aja P21. Nanti kalau udah rampung pasti kita beberkan siapa tersangkanya. Dugaan sementara masih satu orang," ungkap Ferdi. 

Untuk proses pemusnahan barang bukti, pihaknya juga akan menunggu perintah dari Kejati. Sedangkan penyusunan berkas pemusnahan ia mengaku sedang disusun. 

"Berkas pemusnahan sedang disusun. Hal itu baru bisa kita laksanakan jika sudah ada keputusan dari Kejati atau jaksa terkait," ujarnya. 

Sepeti diberitakan sebelumnya, benih pohon Jarak ilegal tersebut dipasok dari Negara China tidak dilengkapi sertifikat kehatan oleh Kementerian Kesehatan RI. Secara keseluruhan Benih Pohon Jarak itu di pack kedalam 214 karung berukuran 5 Kg. Atas pelanggaran itu pelaku diduga telah melanggar pasal 31 ayat 1 junto pasal 5 huruf a, b dan c, UU nomor 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

"Ancaman pidana  atas pelanggaran ini berupa penjara maksimal 3 tahun dan denda Rp150 juta. Namun pemilik belum ditahan karena masih proses penyidikan oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Balai Karantina Pertanian," tambahnya. wira