Pamplet Lowongan Kerja BRK Rasis, Ini Tanggapan Kacab BRK Selatpanjang


riaupotenza.com

SELATPANJANG (RPZ) - Pamplet lowongan kerja yang dibuat Bank Riaukepri (BRK) Cabang Selatpanjang menuai sorotan dan heboh di media sosial (medsos). Pasalnya, ada kolom wajib yang diisi oleh pelamar Etnis Thionghoa.

Informasinya, lowongan pekerjaan itu semula untuk mengisi tenaga Funding Officer (FO). Didalam surat tersebut, dibutuhkan sebanyak 2 orang dengan latar belakang berketurunan Thionghoa.

Selain membuat heboh, bahkan menimbulkan persepsi rasis dikalangan masyarakat. Seperti Wibowo, salah seorang warga pekanbaru yang menetap di Selatpanjang sempat mencibir jika BRK Selatpanjang kurang pintar. 

"Kurang pintar mereka. Memang mayoritas pemegang ekonomi menengah dan atas di Selatpanjang saya kira lebih kepada etnis Thionghoa, jadi tidak salah jika prioritas BRK mencari tenaga yang fasih bahasa Thionghoa. Namun caranya salah," ujarnya. 

Menurut Wibowo, semestinya BRK tidak perlu mencantumkan etnis, melainkan cukup dengan mengedepankan pelamar yang fasih dalam berbahasa Thionghoa. "Pasalnya tidak semua warga pribumi yang fasih menggunakan bahasa tersebut. Nantikan tinggal setting pada interview-nya saja," ujarnya. 

Kepala Bank Riau Kepri Cabang Selatpanjang, Indra Gunawan yang dikonfirmasi, Rabu (17/10/2018) membenarkan telah membuka lowongan khusus bagi warga etnis Tiong Hoa. 

"Tadi banyak juga yang nanya masalah itu. Memang benar kita membuka lowongan untuk dua orang, khusus etnis Thionghoa," kata dia.

Dijelaskan dia, penerimaan tenaga FO khusus warga Thionghoa sengaja dilakukan untuk menggaet nasabah warga keturunan terkait. Sebab menurutnya jika diluar etnis Thionghoa yang akan berkoordinasi atau berkomunikasi, maka akan sulit.

"Untuk masuk ke warga Thionghoa, kita membutuhkan SDM yang juga dari etnis Thionghoa. Makanya kita membuka lowongan khusus ke warga Thionghoa. Agar banyak warga Thionghoa menjadi nasabah kita nantinya," terangnya.

Indra Gunawan mengaku tidak ada maksud untuk rasis atau tidak pro kepada warga tempatan. Dia juga tidak menyangka bahwa akan menjadi ramai.

"Di BRK hampir 90 persen SDM nya adalah anak lokal atau tempatan. Jadi tak ada maksud lain," ungkap Indra Gunawan. wira