Hanya Miliki Satu Plasenta

Bayi Kembar Tiga Tidak Tertolong, Diduga Akibat Minimnya Fasilitas


riaupotenza.com
Kuburan bayi kembar tiga yang meninggal di Meranti.

SELATPANJANG (RPZ) - Kabar duka di Meranti. Bayi kembar tiga asal kabupaten termuda di Riau tersebut meninggal dunia usai menjalani proses caesar di RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti, Rabu (17/10/18) sekira pukul 09.00 WIB kemarin. 

Ketiga bayi tersebut adalah putri dari pasangan Sumardi (39) dan Siti Naimah (31) warga Jalan Yos Desa Tanjung Gadai, Kecamatan Tebingtinggi Timur Kepulauan Meranti, Riau. Ketiga anak itu berjenis kelamin perempuan, bernama Safardiana, Safaridina, dan yang terakhir Safarinidi, dengan kondisi prematur alias tidak cukup bulan. 

Mirisnya lagi dari keterangan yang dihimpun melalui pihak keluarga, tidak tertolongnya ketiga bayi mungil itu kuat disebabkan hanya memiliki satu plasenta. 

Paman bayi, At Taufik melalui panggilan telphone genggam, Rabu (17/10/18) malam menjelaskan, ibu bayi mengetahui jika kandungannya kembar tiga terungkap dua hari sebelum ketiga bayi tersebut meninggal dunia. Hal itu terjadi atas minimnya fasilitas medis di tempat tinggalnya. 

"Dua hari yang lalu baru tau jika kandungannya kembar tiga. Sebelumnya tidak tau karena hanya dikontrol oleh bidan desa setempat. Akibat minimnya fasilitas, bidan terkait menjelaskan jika kandungannya normal-normalnya," ujarnya. 

Tidak terlepas perhatian dari pihak keluarga menyarankan agar ibu bayi untuk menjalani kontrol kandungan di Selatpanjang. Senin (17/10/18) kemari  mereka tiba di Selalatpanjang, dan langsung dilakukan USG di RSUD. Betapa terkejutnya kondisi kandungan kembar tiga. Menurut Taufik, pihak RSUD meminta sang ibu agar segera dirujuk ke Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. 

Namun beberapa jam sebelum berangkat, secara tiba-tiba terjadi pendarahan hebat dan dilakukan oprasi oleh pihak RSUD. "Dari pihak keluarga sudah mempersiapkan segala hal keperluan keberangkatan ke Pekanbaru. Rencana hari ini mau berangkat. Namun pagi tadi tiba tiba terjadi pendarahan, dan harus segera dioprasi," cerita Taufik. 

Usai menjalani proses operasi nyawa ketiga bayi tidak tertolong, "selain tidak cukup bulan dengan masa kandungan tujuh bulan, ketiga bayi hanya memiliki satu plasenta," ungkap Taufik. 

Untuk jenazah ketiga bayi sekira pukul 03.00WIB telah dikebumikan. Selain itu pihak keluarga masih bersyukur karena kondisi sang ibu sehat dan masih menjalani proses rawat inap di RSUD Selatpanjang. 

"Kondisi ibunya baik saja. Sekarang masih menjalani rawat inap di RSUD. Sedih ya pasti, naluri seorang ibu kehilangan anaknya adalah suatu kewajaran. Tetapi terpenting saat ini kondisi ibunya sehat," ujar Taufik. (wira)