Keterangan Saksi Ungkap Terdakwa Turut Serta Memalsukan Surat Tanah


riaupotenza.com
Syarifuddin saat diadili di PN Pekanbaru. DOKRPZ

PEKANBARU (RPZ) - Keterlibatan terdakwa Syarifuddin ikut bersama-sama memalsukan surat tanah ahli waris Ahmad yakni Andre Putra kian terungkap. 

Hal ini terungkap berdasarkan keterangan dua orang saksi yang dihadirkan tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasnah SH dan Rita SH dihadapan majelis hakim yang diketuai Bambang SH. Adapun saksi yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Pekanbaru, Selasa (16/10/2018) yakni Andrianto dan Sahidin.

Dalam kesaksiannya Andrianto mengatakan, kalau terdakwa diadili karena kasus tanah di Jalan Dahlia. Dimana tanah yang bersengketa tersebut berada dibelakang rumahnya.

''Di lokasi lahan yang bersengketa itu saya melihat ada dua plang nama. Satu atas nama Syamsuddin dan satu lagi atas nama Ahmad,'' kata saksi.

Tak hanya itu, saksi juga pernah melihat terdakwa berada di lokasi lahan yang bersengketa tersebut serta melihat plang nama milik korban Andre (ahli waris Ahmad) sudang tumbang. ''Saya langsung menelpon, bang Andre untuk memberitahu kejadian ini. Namun waktu itu korban sedang melaksanakan ibadah Umroh dan minta pada saya untuk memantau,'' kata saksi lgi dipersidangan.

Andrianto juga mengatakan, kalau ia bersama orangtuanya Agus Marwan saat masih hidup atas permintaaan korban pernah membersihkan lahan yang bersengketa tersebut.

Sementara kesaksian Sahidin menyebutkan, saat kejadian ia menjabat sebagai ketua RT setempat. Waktu itu, terdakwa sama orangtuanya Syamsuddin pernah datang ke rumahnya untuk minta tanda tangan surat tanah. 

''Saat itu saya tandatangani, karena saya melihat sudah ada tandatangan sepadan. Itu sekitar tahun 2002/2003,'' kata Sahidin menjawab pertanyaan majelis hakim.

Saksi juga diajak terdakwa bersama orangtuanya mengecek lokasi tanah, waktu itu bertiga tanpa ada saksi sepadan. Selain itu, di tahun 2016 saksi juga melihat ada Tando dan Amir bercocok tanam di lahan tersebut. Cuma Sahidin tak tahu sama siapa kedua orang tersebut minta izin bertanam.

Seperti diketahui, Syarifuddin warga Jalan Anggrek, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan, Pekanbaru serta Jalan Usman, Gang Binjai, Kepri diadili sebagai terdakwa kasus pemalsuan surat milik ahli waris Ahmad yakni Andre Putra seluas kurang lebih 12.629 M2 yang terletak di RT 003 RW 002, Kelurahan Delima, Kecamatan Tampan Pekanbaru. 

Sebenarnya, dalam persidangan kemarin seharusnya tiga saksi yang diperiksa. Namun karena banyaknya jadwal sidang majelis hakim, maka pemeriksaan saksi Tando ditunda minggu depan. rpz