Pemkab Bangun Turap Setelah Pembongkaran Rumah Tuntas

Antisipasi Bencana Longsor Susulan Tembilahan Hulu


riaupotenza.com
Camat Tembilahan Hulu , dan rombongan saat berada di lokasi rumah yang dilakukan pembongkaran.

TEMBILAHAN (RPZ) -  Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sudah memberikan bantuan dana berupa uang sagu hati untuk biaya pembongkaran rumah yang terkena longsor di Parit-6, Tembilahan Hulu. Uang sagu hati itu bisa digunakan warga terkena longsor untuk pengganti biaya mengangkut barang dan sewa rumah sementara.

Kepada riaupotenza.com, Selasa (9/10) Camat Tembilahan Hulu, Dinas Bina Marga dan Satpol PP Indragiri hiliir bersama-sama ikut memantau pekerjaan pembongkaran rumah warga yang terkena longsor di Parit-6 Tembilahan Hulu. Rumah yang akan dibongkar sebanyak 5 unit dan satu unit lagi sudah selesai pembongkarannya.
    
Menurut Camat Tembilahan Hulu, M Nazar SSos MSi bahwa rumah sudah mulai dibongkar oleh pemiliknya sendiri secara berangsur-angsur. Ada lima unir rumah yang akan dibongkar. Dan satu rumah sudah dibongkar pemilik dan yang lain akan menyusul untuk dibongkar untuk pembangunan turap longsor.
    
Dan pemerintah kata camat sudah memberikan bantuan berupa uang sagu hati yaitu uang untuk pembongkaran, mengangkut barang dan sewa sementara.
    
Harapan camat mengajar warganya untuk bersama-sama dan penuh pengertian untuk melaksanakan pembongkaran ini, karenanya kalau lambat dibongkar pastinya pekerjaan proyek turap akan terlambat. Ke depannya sangat fatal, sehingga tujuan akhir untuk pemeliharaan akhir ini tidak tercapai.
    
Oleh karenanya Camat meminta warga yang ada di lokasi longsor ini melakukan pembongkaran agar pekerjaan pembangunan turap segera bisa dimulai. Karena sudah bulan Oktober dan anggaran sudah tidak ada lagi jika sudah masuk bulan Desember, tutup camat.
     
Menurut salah seorang warga H Abubakar mengatakan Alhamdulillah. “Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan berupa pemberian uang sagu hati ini,” ungkapnya.
     
Menurutnya itu sangat berarti sekali bagi warga dan meminta kepada Pemda Inhil memberikan waktu sampai akhir bulan ini untuk proses pengosongan dan pembongkaran. 
     
Dan kami warga sini sudah ikhlas untuk proses pembongkaran demi kepentingan umum yang lebih penting, tutur Abu Bakar.
     
Sementara Kabid Bina Marga Enta Netriawan SST mengatakan akan melaksanakan segera pembangunan turap apabila proses pembongkaran rumah warga telah selesai dilakukan.
   
Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir sudah memberikan uang kepada masyarakat yang mempunyai bangunan di areal yang akan dibangun turap. Ada sekitar 5 rumah yang akan dibongkar. 
    
“Uang kerahiman ini bukan uang ganti rugi, namun uang tersebut digunakan untuk operasional memindahkan bangunan yang ada,” jelas IIiyanto Djamal Kepala Dinas PUPR Kabupaten Indragiri Hilir.
    
“ Kami Berharap Kepada Masyarakat Indragiri Hilir Untuk sama - sama Berdoa agar dana darurat yang diperuntukkan untuk  Turap parit 6 tersebut tidak hilang, karna saat ini jelasnya banyak daerah di indonesia ini yang membutuhkan dana darurat,” kata Illiyano.
   
“Saat ini kami berada di Jakarta untuk mengecek apakah dana darurat tersebut dialihkan ke bencana tsunami di Palu atau tidak. Mudah-mudahan saja dana tersebut tidak dipindakan sehingga pada tahun ini bisa dilaksanakan pembangunanya,” jelas IIliyanto yang dihubungi saat berada di jakarta.
    
“Kami sangat takut jika dana tersebut hilang dan pembangunan turap gagal, jika menunggu satu tahun lagi bisa-bisa jalan penghubung ke ibukota provinsi tersebut putus.
     
Jika sudah putus maka Pemerintah Kabupaten Inhil akan banyak mengalami kerugian. Pembangunan turab di lokasi yang masuk kategori rawan bencana tanah longsor tersebut bertujuan untuk menambah ketahanan tanah. fat/ded