Tiga Calon Bupati Duduk Semeja, Ini yang Mereka Bahas


riaupotenza.com

BANGKINANG KOTA (RPZ) -  Tiga calon Bupati dan 1 balon Bupati Kampar pada Pilakda 2017 lalu hadir bersama dalam suatu acara di salah satu Hotel di Bangkinang Kota, kemarin. Selain dihadiri oleh 4 tokoh tersebut, acara ini juga dihadiri oleh insan pers, pengusaha, kontraktor aktivis, pemuda dan mahasiswa.

Alfisyahri yang diberikan kesempatan  pertama bicara lebih  menyoroti terkait mutasi dan dan pemberhentian ASN dari suatu jabatan, baik jabatan fungsional maumpun jabatan struktural di Kabupaten Kampar. Dia mengingatkan Bupati Aziz Zaenal, soal kebijakan mutasi jabatan harus sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Pemberhentian dalam jabatan PNS itu ada aturannya, ada UU kepegawaian dan diatur oleh Peraturan Pemerintah," ungkapnya.

Dia mengingatkan kepada Bupati Aziz, keberhasilan  Bupati/Gubernur atau Presiden sekalipun itu ditentukan oleh kinerja ASN. "ASN itu bukan Bupati yang menggajinya, ASN digaji berdasarkan APBN, struktur anggarannya di APBD termasuk dalam Dana  Alokasi Umum," tukas dia.

Sementara itu, Ardo menekankan pentingnya kritik dalam alam demokrasi. Menurutnya kritik adalah hal yang lumrah. Hanya saja, dia berharap kepada pihak yang ingin mengkritik pemerintah, haruslah mengedepakan etika dan kepantasan.

"Kalau bisa, sampaikan kritik itu langsung ke orang yang bersangkutan. Duduk bersama. Kalau hal seperti itu telah dilakukan dan tidak digubris mungkin sampaikan dengan cara selanjutnya, seperti mengirim surat atau bisa juga dengan berdemonstrasi," ujar Ardo.

Lain lagi dengan Jawahir, lelaki yang kini mengadu peruntungan sebagai Caleg dari Partai PKB ini hanya mengatakan bahwa persolan yang terjadi di banyak rezim dalam pemilihan langsung adalah besarnya biaya untuk mendapatkan suatu jabatan politik.

"Akibatnya, setelah menjabat banyak pemimpin itu justru berupaya mengembalikan modal dia dulu," kata Jawahir.

Sementara Zulher hanya mengatakan secara tersirat mengenai persolan Kampar terkini. "Maka dari itu, kemarin saya ingin mencalonkan diri menjadi Bupati. Kalau demi ambisi pribadi tidak ada, anak saya cuma 1, dokter pula lagi. Saya justru maju ingin berbuat bagi Kampar," beber dia. naz