Perkara Inkracht, Barang Bukti Dimusnahkan


riaupotenza.com
Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis memusnahkan barang bukti yang selama ini disita dalam sejumlah perkara. Pemusnahan barang bukti berlangsung di halaman Kejari Bengkalis, Jalan Pertanian, Rabu (10/10/2018).

BENGKALIS (RPZ) — Setelah proses hukum atau perkara dinyatakan inkracht van gewijsde (mempunyai hukum tetap). Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis memusnahkan barang bukti yang selama ini disita dalam sejumlah perkara. Pemusnahan barang bukti berlangsung di halaman Kejari Bengkalis, Jalan Pertanian, Rabu (10/10/2018).

Hadir dalam kegiatan itu, Bupati bengkalis diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan Politik Kabupaten Bengkalis Haholongan, dan sejumlah Forkopimda Bengkalis.
Sejumlah barang bukti yang dimusnahkan diantaranya, berupa narkotika jenis sabu-sabu sebanyak 1.253,70 gram dan 815 paket narkotika jenis daun ganja kering sebanyak 2.327,48 gram dan 172 paket, narkotika jenis pil sebanyak 2,09 gram dan 944,5 butir, 1662 butir pil hps, senjata api sebanyak 6 unit dan 18 butir peluru, senjata tajam sebanyak 11 unit, dan mesin judi dingdong sebanyak 13 unit beserta koinnya, dan puluhan alat komunikasi berupa smarthphone.
Pemusnahannya dilakukan secara bergantian dengan mesin pemusnah yang berbeda. Narkotika dimusnahkan dengan cara diblander, dan dibakar, sedangkan mesin judi dingdong, dan smartphone dimusnahkan dengan digilas mobil.

Kajari Bengkalis mengatakan, pemusnahan barang bukti  merupakan salah satu tugas Kejaksaan selaku pelaksana dari putusan hakim pada setiap perkara yang telah memiliki hukum tetap. "Dalam amarnya menegaskan terkait barang bukti tersebut dirampas untuk dimusnahkan," katanya.

Heru menambahkan, Kabupaten Bengkalis merupakan wilayah yang berbatasan dengan negara tetangga, oleh karena itu banyak barang haram dengan mudahnya masuk ke Negeri Junjungan ini.

“Kami mengajak kita semua untuk tetap bersinergitas dalam berupaya menjaga Kabupaten Bengkalis lebih aman, serta seluruh instansi dapat menjalankan keamanan sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bupati Bengkalis usai menghadiri acara tersebut memberikan apresiasi kepada Kejari Bengkalis yang telah berupaya secara maksimal dalam mencegah peredaran barang haram dan barang ilegal tersebut di Negeri Junjungan ini.

"Kami berharap ini tetap konsisten dan jangan makin lemah. Narkoba itu berbahaya dari jenis apapun itu, seperti shabu, morfin dan sejenisnya. Karena setelah mencoba memakai barang haram tersebut, otomatis pelaku akan langsung ketagihan dan dapat berhalusinasi, lalu akan terus untuk mencoba. Semakin banyak peredaran itu terjadi, maka generasi muda kita akan hancur," imbuh Haholongan. kar