Meski Sekolah Favorit, Tapi Ruang Kelasnya Tak Mencukupi dan Mobiler Tak Laik Pakai


riaupotenza.com
Ilustrasi. Net

SELATPANJANG (RPZ) - Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti mengkleim pembangunan fisik SD, dan SMP yang menelan anggaran Rp 11 milliar dari pemerintah pusat, berjalan sesuai progres. 

"Dari 19 sekolah yang tersebar, progres pembangunan telah berjalan 70 persen. Mudah mudahan selesai seperti apa yang kita harapkan," ujar Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti, Safrizal, Selasa (9/10/2018). 

Hingga saat ini menurut Safrizal, realisasi kucuran anggaran bersumber dari DAK tersebut masuk tahap ke III atau terkhir.

"Untuk tahap pertama dan tahap kedua sudah diterima langsung oleh pihak sekolah, namun untuk tahap ketiga telah kami ajukan dan saat ini masih menunggu pencairan dari pihak terkait," ungkapnya. 

Upaya tersebut ditempuh oleh pihaknya dalam rangka menjaga kepercayaan dari pemerintah pusat. Dan berharap besar dalam APBN 2019 mendatang, Kepulauan Meranti kembali mendapatkan prioritas yang sama oleh perintah pusat. 

"Yang jelas kita jaga kepercayaan mereka (pemerintah pusat), makanya kita pantau terus agar berjalan sesuai progres, dengan harapan 2019 mendatang Mereka bisa bantu kita lebih dari yang sekarang," ungkapnya. 

Untuk usulan 2019, ia mengaku Dinas Pendidikan Kepulauan Meranti juga telah mengajukan permohonannya. Dan saat ini masuk tahap verifikasi oleh kementerian. 

Dari usulan tersebut, ia mengaku Pemerintah Daerah Meranti menaruh harapan yang sangat besar kepada kementerian terkait dalam menunjang mutu pendidikan daerahnya. Dengan target lebih besar dari 2018.  

"Mudah mudahan disetujui. Minimal dua kali lipat dari pagu 2018 ini. Langkah itu diambil dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan daerah mengingat banyaknya gedung sekolah yang rusak ringan, sedang hingga berat tersebar di Meranti," ujarnya. 

Kondisi itu juga sempat diakui oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti H Said Hasyim. Menurutnya pendidikan Indonesia jauh tertinggal dari negara tetangga. Tak terkecuali di Kepulauan Meranti yang telah memasuki usia 10 tahun.

Pernyataan itu dipaparkan H. Said Hasyim dari hasil peninjauan yang dilakukan dibeberapa sekolah. Disana ia menemukan kondisi yang sangat memprihatinkan, salah satunya di wilayah Kepau Baru, Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Meranti. 

"Saya menemukan kondisi sekolah sangat memprihatinkan, parahnya lagi tidak telihat gebrakan dari Kepala Sekolah," ujarnya.

Hal serupa bahkan terjadi di SDN 01 Selatpanjang, sekolah favorit yang berada ditengah kota telah berdiri sejak tahun 1912. Wakil Bupati mendapati kondisi ruang kelas tersebut tak mencukupi dan mobiler yang sudah tak laik guna.

"Harusnya dengan usia Meranti yang sudah 10 tahun dunia pendidikan lebih berkembang, tetapi yang terjadi malah kemunduran. Begitu juga dalam bidang pendidikan agama yang menjadi dasar pembinaan ahlak dan budi pekerti, kita bukan hanya ingin menjadikan masyarakat pintar, tetapi juga berahlak dan budi pekerti. Ini yang menjadi perhatian kita," ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, di Kabupaten Kepulauan Meranti terdapat 2.526 ruang belajar SD dan SMP yang rusak ringan, sedang hingga berat. Dan data itu dirangkum oleh Pemda Meranti langsung dari Dapodik. 

Sedangkan dari hasil pendataan yang dilakukan Dinas Pendidikan Meranti, saat ini terdapat 1.263 ruang belajar SD dan SMP yang rusak ringan, sedang, hingga berat. wira