Bupati Kampar Serahkan Bantuan Gempa Lombok


riaupotenza.com

BANGKINANG (RPZ) - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, total keseluruhan gempa bumi yang mengguncang Lombok selama satu bulan terakhir berjumlah 1.973 gempa bumi.

Sampai tanggal 30 Agustus pukul 07:00 WIB, BMKG mencatat ada 595 Foreshock. Gempa susulan tanggal 5 Agustus sebanyak 914 gempa dan gempa susulan tanggal 19 Agustus berjumlah 462 gempa.

Hingga saat ini gempa susulan masih terjadi. Gempa bumi susulan magnitudo 4,6 kembali mengguncang Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (30/8/2018) pukul 07.10 WITA.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki Magnitudo 4,6. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,30 LS dan 116,08 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 23 km arah Barat Laut Lombok Utara, Propinsi Nusa Tenggara Barat pada kedalaman 11 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Busur Belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Gempa ini merupakan gempa susulan dari gempa bumi magnitudo 7,0 tanggal 5 Agustus 2018 lalu.

Dampak gempa bumi berdasarkan Peta Tingkat Guncangan (Shakemap BMKG) dan informasi masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di daerah Lombok Utara, Lombok Barat, dan Mataram II SIG (III MMI), Lombok Tengah I SIG (II MMI).

Pada Rabu, angka korban tewas yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut Jumlah 436 orang meninggal dunia tersebut adalah korban yang sudah terdata oleh Kepala Desa dan babinsa. Korban yang sudah terverifikasi dan ada surat kematian di Dinas Dukcapil tercatat 259 orang. Sisanya dalam proses administrasi di Dinas Dukcapil masing-masing kabupaten.

Sementara itu, korban cedera mencapai 1.353 orang, dengan 783 di antara mereka mengalami luka berat. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Lombok Utara adalah daerah yang paling terdampak gempa karena berdekatan dengan pusat gempa 7 SR.

Korban cedera mencapai 1.353 orang, dengan 783 di antara mereka mengalami luka berat. Berdasarkan data dari Posko Tanggap Gempa Lombok kemarin, jumlah pengungsi mencapai 352.793 orang. Sebaran pengungsi terdapat di Kabupaten Lombok Utara 137.182 orang, Lombok Barat 118.818 orang, Lombok Timur 78.368 orang, dan Kota Mataram 18.368 orang.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah gempa di Lombok, Pemerintah Kabupaten Kampar merasa tersentuh nurani untuk ikut sedikit meringankan duka yang dialami warga korban gempa.

Berangkat dari niat itu, Bupati Kampar Aziz Zaenal menyerahkan bantuan korban gempa Lombok di Provinsi Nusa Tenggara Barat dari Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kampar uang sebesar Rp165 juta yang disumbang oleh sekolah TK, SD, SMP dan para guru se Kabupaten Kampar, selanjutnya diserahkan kepada Ketua PMI Kabupaten Kampar Drs.Dt.Yusri, M.Si untuk diserahkan atau di distribusikan langsung ke korban gempa Lombok.

Dijelaskan Yusri, sementara ini besarnya bantuan yang sudah terkumpul yaitu dari Dispora 165 juta ditambah dari PMI uang sebesar Rp35 juta jadi rencana awal ada 200 juta yang akan kita serahkan ke lombok Provinsi NTB, tetapi karena ada kejadian luar biasa lagi yaitu tsunami, maka bantuan akan kita bagi untuk masing-masing lokasi musibah.

Lebih lanjut Yusri yang juga menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kampar ini menjelaskan, rencananya Kamis besok bantuan ini akan kita antarkan langsung bersama perwakilan dari Pemda Kampar.

Selain itu bantuan lain juga sudah ada yang masuk dan diterima PMI diantaranya dari Dinas Instansi Pemda Kampar, organisasi dan LSM termasuk dari masyarakat Kampar, sumbangan ini ada berupa mań∑anan, pakaian bahkan selimut juga ada termasuk beras, ini masih kita data apalagi beras, ini akan kita hitung berapa totalnya dan akan kita uangkan karena tidak mungkin dibawa. adv