Pengunjung Kedai Tuak Enggan Diperiksa Polisi

Aaah...! Jangan Kau Pegang Tanganku


riaupotenza.com
Personil Polsek Kubu, menggeledah badan pada pengunjung warung pakter tuak.

KUBA (RPZ) — Petugas Polsek Kubu berseragam lengkap melakukan razia di warung-warung pakter tuak di Jalan Lintas Pesisir Parit Nol, Kepenghuluan Sungai Panji-panji, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Sabtu (6/10) malam sekitra pukul 21.00 wib.

Razia Cipta Kondisi (Cipkon) merupakan Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (K2YD) tersebut. Anggota yang ditirunkan sebanyak 10 orang, dipimpin langsung Kanit Sabhara Polsek Kubu Iptu Zulhainan SH.

Ketika tim menuju sasaran lokasi razia menggunakan mobil patroli, di pinggiran jalan lintas pesisir, menemukan banyak pemuda dan pemudi digelap-gelapan sedang nongrong di atas sepeda motor sambil kencan. Polisi langsung mendekat dan menemui mereka. 

Personil yang ada di atas bak belakang mobil patroli langsung menegur sambil memberikan pembinaan. ‘’Adik-adik, ngapain di gelap-gelapan ini? Gak usah di sini ya. Ayo bubar-bubar,’’ ucap petugas kepada para pemuda tersebut.

Kemudian petugas melanjutkan perjalanan menuju warung pakter tuak yang akan dijadikan sasaran razia. Setiba di lokasi pakter tuak, ditemui banyak warga sedang asyik nongkrong sambil menikmati minuman tuak.

Mengetahui adanya kedatangan petugas di salah satu pakter tuak, pengunjung yang ada di warung tuak lainnya, spontan berhamburan. Suara knalpot sepeda motor secara tiba-tiba mendadak riuh, dan pakter tuak tersebut sekitika langsung sunyi.

Salah seorang personil Polsek Kubu, Brigadir Saprianto langsung menuju warung tuak pengunjung yang berhamburan. 

‘’Siapa pemilik warung tuak ini, kenapa bubar?,’’ ujarnya, sambil bertanya santun.

‘’Sudah mau tutup kami pak, tuak kami sudah habis dari pukul 19.00 WIB tadi,’’ jawab pemilik pakter tuak tersebut.

Tak sampai di situ, petugas kembali menuju lokasi warung pakter tuak lainnya, yang berjarak sekitra 600 meter dari warung peker tuak pertama dirazia.

Di pakter ini petugas menemukan sebanyak tujuh orang pemuda yang sedang menikmati minuman tuak. Sempat terjadi saling tanya jawab antar petugas dengan salah satu pengunjung pakter tuak, bermarga Sitompul.

Pada saat petugas melakukan penggeledahan, ingin mencari tahu apakah pengungunjung membawa senjata tajam (Sajam) atau senjata api (Senpi), hal itu kurang direspon baik oleh salah satu pengunjung.

Lalu personil melaporkan ke Kanit Sabhara Iptu Zulhainan SH. Kanit langsung memintai keterangan identitas pria tersebut.

Ketika Kanit ingin mengecek tas yang dipegang salah satu pengunjung pakter ini, seorang pengunjung menolak. ‘’Aaah...! Jangan kau pegang tanganku! Aku di sini hanya minum tuak, gak ngapa-ngapain, kok,’’ ujarnya.

Setelah melakukan razia di beberapa lokasi, petugas tidak menemukan adanya C3, maupun Sajam, Senpi, premanisme, dan narkoba.

‘’Petugas hanya menemukan minuman keras jenis tuak sebanyak dua jerigen, dan langsung kita bawa ke Polsek,’’ kata Kapolsek Kubu AKP Syofyan melalui Kanit Sabhara Iptu Zulhainan SH kepada riaupotenza.com usai menggelar razian Cipkon.

Diterangkan Kanit, jajaran Polsek Kubu aktif melaksanakan kegiatan K2YD tiap malam hari libur. ‘’Bukan hanya malam minggu saja kita menggelar kegiatan ini, tapi setiap malam tanggal merah (hari libur),’’ pungkasnya. zul