Alhamdulillah! Empat Tahun Sengsara, Kini Ahmad Akan Terima Kaki Palsu


riaupotenza.com

SELATPANJANG(RPZ)-Seorang pria asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang sempat menjalani proses amputasi kaki kiri pada 2014 silam, kini akan mendapat bantuan kaki palsu. 

Adalah Ahmad Albar (25), warga Jalan Sempaya Gang Sempaya, Kelurahan Selatpanjang Timur, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang harus rela kehilangan satu kakinya akibat tabrakan kendaraan. 

Setelah sekian tahun menantikan bantuan dari berbagai pihak, mulai dari Pemda, hingga yayasan penyaluran zakat daerah setempat, akhirnya Ahmad mendapat donasi satu kaki palsu melalui Program Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) cabang Pekanbaru. 

"Hari ini saya berangkat untuk pengukuran kaki palsu menjelang pemasangan belasan hari mendatang. Memang susah bang, selama empat tahun saya menunggu kaki palsu bantuan dari berbagai pihak, hari ini baru terkabul," ujar Ahmad, Ahad (30/9/2018) siang di kediamannya. 

Menurutnya, bantuan kaki palsu itu tidak terlepas oleh upaya seorang anggota DPRD Kepulauan Meranti dari Fraksi DPC PPP Kepulauan Meranti, yakni At Taufiek dan beberapa sahabat dekatnya. 

"Mulanya saya dan orang tua dapat arahan dari tetangga agar dapat bertemu dengan At Taufiek, kabarnya dia pernah juga membantu penyandang disabelitas. Ketika kami bertemu, ia sedia dan berjanji akan membantu saya untuk mendapatkan kaki palsu tersebut," ungkapnya. 

Menindaklanjuti itu, proposal permohonan pengajuan kaki palsu mulanya diajukan At Taufiek dan dikirim kepada Program Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) Pekanbaru. Lima bulan berselang, proposal tersebut disetujui.

Dengan keterbatasan ekonomi keluarga, ia juga mengungkapkan jika segala akomodasi keberangkatannya ditanggung oleh politisi tersebut. 

"Segala biaya akomodasi kami ditanggung oleh Pak At Taufik, mulai dari proses pengukuran saat ini, hingga proses pemasangan hingga empat belas hari mendatang di Pekanbaru, ", ujarnya.

At Taufik mengaku senang atas kabar tersebut. Namun upaya itu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, walaupun sebelumnya ia mengaku juga pernah menyalurkan bantuan yang sama.  

"Bukan hanya Ahmad, sebelumnya ada juga penyandang disabilitas mendapatkan bantuan yang sama. Dan aksi itu dilakukannya atas restu dari ketua DPC PPP Meranti, " ujarnya.

Aksi kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan PPP, juga dibantu oleh penggiat aksi sosial asal Desa Tj. Gadai Kepulauan Meranti, Mukhtar S Pd yang saat ini salah seorang mahasiswa UIR di Pekanbaru. 

"Di Pekanbaru, pasien diakomodir oleh Mukhtar asal Desa Tanjung Gadai. Untuk itu ia berharap doa dari bergai pihak untuk dapat memberikan solusi dan modal bagi kelangsungan hidup pasien terkait agar dapat menjadi motivasi bagi penyandang disabilitas lainnya," ujar At Taufiek.(Wira)