Jelang Pulang ke Tanah Air, Jemaah Haji Pelalawan Tingkatkan Ibadah


riaupotenza.com
Jemaah Haji asal Kabupaten Pelalawan saat berada di Madinah jelang pulang ke tanah air 16 September.

PELALAWAN (RPZ) - Jelang kepulangan ke tanah air, jemaah Haji asal Kabupaten Pelalawan kini meningkatkan ibadahnya di Masjid Nabawi Madinah. Hal ini dikatakan Ketua Kloter 17  BTH H Aliadi SAg melalui TPHD Pelalawan, H Iswadi M Yazid Lc MA, Kamis (13/8/2018).

Melalui pesan WA Iswadi Yazid yang juga Ketua MUI Kabupaten Pelalawan menyebutkan jemaah fokus memperbanyak ibadah di masjid Nabawi, karena pahala  ibadah yang mempunyai banyak keutamaan. 

"Sholat di masjid nabi derajat seribu dari shalat di masjid lain kecuali Masjidil Haram yang mempunyai keutamaan 100 ribu," jelasnya. 

Meningkatnya aktifitas jemaah di Masjid Nabawi ini sambung Iswadi karena jemaah haji Kabupaten Pelalawan  yang tergabung dalam Kloter 17 BTH, Sabtu  (15/9/2018) nanti akan meninggalkan tanah suci menuju Batam dan keesokan harinya (16/9/2018) Ahad berangkat menuju Pekanbaru dan seterusnya menuju Pangkalan Kerinci.
 
Jemaah haji asal Kabupaten Pelalawan, lanjutnya yang selama di Madinah menginap di Hotel Raudhatul shafa sampai, Jumat pagi (14/9 ) akan menyelesaikan penimbangan koper utama dengan quota berat maksimal 32 kilogram. 

"Setelah penimbangan koper, kini jamaah mempersiapkan diri untuk pemberangkatan yang dimulai cek out dari hotel pukul 03.00 WAS atau 07.00  WIB," ungkapnya. 

Iswadi menambahkan, jemaah Kloter 17 BTH  asal kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kepulauan Meranti  sudah siap untuk kembali ke tanah air.  “Semua berkas kepulangan sudah beres,” terangnya.

Terkait jam penerbangan, ia menyebutkan sampai saat ini tidak mengalami perubahan karena sistem pemberangkatan telah dirubah dalam beberapa tahun terakhir. "Dimana semua koper 1 hari sebelum pemberangkatan sudah diserahkan ke pihak penerbangan untuk ditimbang dan diperiksa isinya," terangnya. 

Diakui Iswadi, pihak penerbangan baik Garuda Indonesia maupun Saudi Arabia, ketat dalam barang bawaan jemaah. Bahkan ia mendapat kabar, ada satu Kloter jamaah haji terpaksa datang tanpa koper karena terindikasi semuanya membawa air zam-zam yang disimpan dalam koper.   
  
"Informasinya semua koper dikembalikan ke hotel tempat jemaah menginap, sementara jemaah tetap diterbangkan,” sebut Iswadi tanpa menyebutkan rinci daerah mana. Agar tidak terjadi bagi Kloter 17  BTH , dia berulang kali mengingatkan Ketua Rombongan dan Ketua Regu untuk mengingatkan jemaah tidak berupaya memasukan air zam-zam dan barang dilarang lainya demi kelancaran pemulangan. 

"Kalau barang yang dibawa aman, yang merasa aman penerbangannya ya jemaah juga. Kenapa pihak penerbangan melarang membawa zam-zam dalam koper dikhawatirkan pecah dan mengenai peralatan pesawat," pungkasnya.amr