Gafar akan Tanyakan ke Pemerintahan Jokowi

Harga Karet dan Sawit Terus Merosot


riaupotenza.com
Gafar Usman dan Ketua Panitia h Muhammad foto bersama usai Sosialisasi 4 pilar kebangsaan di Pulau Balai Desa Empat Balai, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Riau.

KUOK (RPZ) - Anggota DPD RI, Drs H Abdul Gafar Usman mengakui banyak mendapatkan keluhan atau aspirasi tentang kesulitan hidup dan ekonomi saat sekarang ini. Aspirasi itu menyangkut anjloknya harga hasil produksi rakyat seperti karet, kelapa sawit dan hasil pertanian lainnya, sementara kebutuhan harian dan kebutuhan rumah tangga  lainnya terus meningkat.

"Dari  beberapa daerah saya turun di Riau ini dalam rangka serap aspirasi banyak masyarakat mempertanyakan tentang kesulitan ekonomi sekarang ini. Hasil komuniti rakyat seperti karet dan kelapa sawit tak sebanding lagi harga kebutuhan lainnya," ujar anggota DPD/ MPR RI Daerah Pemilihan Riau usai acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan di   Desa Empat Balai Kecamatan Kuok Kabupaten Kampar, Senin (9/9/2019).

Dikatakan Gafar dari silaturrahmi dalam dia lakukan memang berbagai yang masuk kepadanya  seperti rumah layak huni, drainase, perbaikan jalan dan pembagunan turap. Namun yang paling banyak yang muncul sesuai dengan porsinya tentang keluhan ekonomi yang dihadapi masyarakat saat ini. 

Adanya aspirasi tentang himpitan ekonomi seperti  saat ini sangat wajar. Karena dalam situasi apapun apalagi kesulitan ekonomi seharusnya pemerintah atau negara ini hadir membela rakyatnya.
 
Maka karena itu, walaupun masalah ekonomi ini  masalah global dan berlaku hukum pasar (antara diman dan suplay)  Gafar  akan memperjuangkan dan akan mempertanyakan ke pemerintah yang dipimpin Presiden  Jokowi kenapa harga komuditi rakyat ini tak pernah bangkit-bangkitnya. 

Dan harga dua komoditi itu akan diangkat dalam laporan reses  ke sidang Paripurna DPD RI yang akan dilkasanakan bulan September ini. Apalagi dua komoditi yakni karet dan sawit adalah komuditi  andalan para petani masyarakat Riau. 

Kalau bandingkan harga karet, baru bisa mensejahterakan masyarakat  1 Kg karet sebandingkan 1 kg beras. "Artinya, kalau harga beras Rp12 ribu harga karet Rp12 ribu juga. Ini gak, harga karet Rp6 ribu, sementata beras Rp12 ribu. Belum lagi untuk membeli kebutuhan lainnya lagi. Ini mbuat meningkatnya angka kemiskinan terus menerus," papanya.

Gafar melihat sedikit aneh, tentang harga harga sawit dan karet harganya dipermainkan karena tidak naik tidak signifikan turunnya pun tak signifikan. Sementara kalau harga pasar berlaku seharusnya  harganya terjadi juga turun naik secara signifikan seperti Krisis moneter 1998.aby