Harap Upah Gendong, Supir Truk Ditangkap Bawa Rokok Luffman


riaupotenza.com
Kanit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Iptu Leo Putra Dirgantara menunjukkan BB rokok Luffman tanpa beacukai yang diamankan di Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci.

PANGKALANKERINCI (RPZ) - Jalan Lintas Timur, ternyata tidak hanya untuk kepentingan transportasi manusia saja. Bahkan, barang pengusaha hitam pun menjadikan jalur padat ini untuk membawa barang illegal. 

Buktinya, jajaran kepolisian berhasil mengamankan truk bermuatan 52 karton rokok illegal. Rokok luar negeri Luffman yang ditaksir 4 ribuan bungkus lebih ini masih diproses di Polsek Pangkalan Kerinci.

‘’Polsek Polsek Pangkalan Kerinci berhasil mengamankan truk bermuatan rokok tanpa cukai. Sekarang diamankan di Polsek untuk proses lebih lanjut,’’jelas Kapolres Pelalawan, AKBP Kaswandi Irwan SIk, Ahad (9/9/2018).

Tak hanya truk No.pol : BK 8228 FK warna orange dan rokok Luffman yang diamankan sekitar pukul 13.00 Sabtu (8/9/2018), tapi sopir truk fuso pengangkut inisial  UT (44) warga Huta I Pulau Banjar Hulu Kecamatan Ujung Padang Simalungun Sumut juga ikut diproses.

‘’Sopir mendapat upah Rp2 juta dari mengantarkan rokok tanpa beacukai itu,’’ sambung Kapolres melalui Paur Humas Brigadir Rahmadi.

Disebutkan, sekitar pukul 13.00 WIB, polisi mmendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada kendaraan membawa rokok Luffman tanpa beacukai. Mendapatkan info tersebut Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Pangkalan Kerinci dipimpin Ps. Kanit Reskrim Ipda Leo Putra Dirgantara bersama anggotanya melakukan penyisiran sepanjang Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci.

Persisnya di jembatan Pangkalan Kerinci, polisi menemukan truk yang mencurigakan tersebut.  Lalu, truk tronton Mitsubishi Fuso ini pun langsung diamankan.

Katanya, sopir UT, yang diintrogasi mengakui membawa rokok jenis Luffman tanpa beacukai sebanyak 52 kotak dalam kemasan karton polos warna coklat dibungkus pelastik bening.

‘’Rokok itu merupakan orderan upah gendong dari H warga Jalan Lintas Sumatra daerah Kritang Kabupaten Inhil,’’ paparnya. 

Hanya saja polisi belum bisa menaksir kerugian Negara akibat masuknya rokok tanpa bea cukai itu. ‘’Kita belum pastikan berapa taksiran uang rupiahnya dari 52 karton rokok yang diamankan itu,’’ ungkapnya.amr