Mancokau Ikan Lubuk Larangan Desa Tanjung Belit Kampar Kiri Hulu


riaupotenza.com

Suaka Margasatwa Rimbang Baling merupakan kawasan hutan perbukitan yang menyimpan sejuta pesona membentang di Kabupaten Kuantan Singingi dan Kampar, Provinsi Riau. Di sana terdapat Sungai Subayang yang merupakan salah satu jalur transportasi bagi masyarakat yang berada di desa-desa yang terletak di pinggiran sungai Subayang. Selain mengaliri 13 desa, sungai ini juga berfungsi sebagai sumber kehidupan masyarakat dan sebagai habitat flora serta fauna.

Sungai Subayang Desa tanjung menawarkan keindahan yang luar biasa. Jernihnya air yang meruak di sela-sela bebatuan, menambah daftar serpihan surga di bumi pertiwi. Hutan, Sungai dan budaya serta adat istiadat masyarakat yang menghuni tepiannya adalah peninggalan nenek moyang yang mengagumkan untuk dilihat dan dipelajari secara dekat.


Minggu 2 september masyarakat desa Tanjung belik kampar kiri hulu pagi pagi masyarakat tampak sibuk dengan membawa perlengkapan menangkap ikan seperti jaring jala dan tombak .  dalam acara tahunan "mancokau ikan lubuk larangan "acara yang dilaksanakan satu kali dalam satu tahun ini merupakan acara yang sangat ditunggu tunggu oleh masyarakat tanjung belit.Baik yang tinggal dikampung maupun masyarakat yang berada diluar kampung.

Untuk dapat menikmati tradisi dan keindahan alam di Desa Tanjung Belit Kampar Kiri Hulu ini pengunjung menikmati perjalanan kurang lebih 2 jam dari Kota Pekanbaru arah Lipat Kain, disana anda akan disuguhkan dengan alam yang indah dan capek penat akan terbayar lunas seketika mengunjungi beberapa objek wisata disana. 

Kepada pekanbaru pos ketua panitia pelaksanaan mancokau ikan lubuk larangan desa tanjung belit  Bustamir dan Wakil ketua yuliardi bahwa acara mancokau ikan lubuk larangan ini mengatakan bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat desa tanjung belit baik yang berada dikampung maupun masyarakat desa tanjung belit yang betada diluar desa .Hari ini kami menghimbau semua masyarakat desa tanjung belit untuk pulang dan meramaikan  tradisi mancokau ikan .

Tidak hanya sebagai pemasukan kas desa, tradisi ini juga mampu memberikan rasa persaudaraan yang kuat, meningkatkan gotong royong, menciptakan rasa kekompakan masyarakat, menumbuhkan rasa peduli terhadap kampung dan berperan dalam pelestarian ikan, sungai serta hutan disekelilingnya. Selain masyarakat lokal, masyakat luar juga diperbolehkan untuk menangkap ikan selagi masih mengikuti aturan yang telah disepakati.

Dan hasil mancokau ikan ini akan disumbangkan untuk pembangunan masjid dan kas pemuda desa tanjung belit. Hasil sungai ikan segar seperti ikan gadi ,tapa,singgare, baung,kapiek,geso yang diangkat dari sungai sebayang hari itu mencapai ratusan kilo .Hasil lelang pada hari itu yang mencapai Rp 40 juta akan membuat masyarakat  bangga dengan kekompakan masyarakat dalam menjaga lubuk larangan .

Ketergantungan masyarakat Subayang akan sungai Subayang membuat masyarakat senantiasa menjaga dan melestarikan sungai ini, salah satunya membentuk Lubuk Larangan. Lubuk larangan merupakan suatu kawasan di sepanjang sungai yang telah disepakati bersama sebagai kawasan terlarang untuk mengambil ikan baik dengan cara apapun apalagi dengan cara yang dapat merusak lingkungan sungai. Kesepakatan ini tertuang dalam aturan adat dan hukum adat yang berlaku untuk komunitas adat Rantau Kampar Kiri...

Kepala desa Tanjang belit kampar kiri hulu Efri desmi mengajak masyarakat agar terus menjaga tradisi adat ini karena mancokau ikan ini merupakan salah satu objek wisata yang ada didesa tanjung belit selain objek wisata batu dinding dan air terjun tujuh tingkat ditanjung belit kami juga menyedian homestay bagi pengunjung luar daerah dan luar kota dan juga turis yang mau menikmati kesegaran alam desa tanjung belit.Kami selalu membuka pintu bagi tamu kami yang datang kedesa kami ungkapnya.pms