Kisruh Masyarakat dan PT SBAL

Jika Lahan Melebihi HGU Kembalikan ke Masyarakat


riaupotenza.com

TAPUNGHILIR (RPZ) - Bupati Kampar H Azis Zaenal SH MM bersama dinas terkait mengunjungi masyarakat. Hal ini dalam rangka menenangkan masyarakat yang sudah melakukan unjuk rasa selama 6 hari dengan membuka tenda-tenda serta menutup akses jalan masuk ke PT SBAL Tapung Hilir, Senin (3/9/2018).

Disambut oleh masyarakat Desa Koto Aman dengan suka cita penuh harapan agar konflik ini bisa terselesaikan. Bupati Kampar, Aziz Zaenal mengatakan, bahwa kedatangannya ke Desa Koto Aman selain rindu kepada masyarakat karena selama 4 bulan terakhir ini dalam keadaan sakit dan ini adalah hari pertama beraktivitas kembali setelah sakit.

Selain itu, kunjungan ini dalam rangka penyelesaian masalah tuntutan lahan kebun masyarakat terhadap PT SBAL. “Perundingan ini sudah lama, sebelum saya sakit dulu dan sudah beberapa kali PT SBAL diundangan dan mereka bersedia untuk bermusyawarah, tapi setelah sakit ini saya tidak tahu perkembangannya, sehingga terjadi hal-hal yang tidak perlu terjadi seperti ini, artinya kalau bisa bermusyawarah, ini akan selesai dan tidak perlu hal yang seperti ini, masyarakat saya berpanas-panasan,” kata Bupati.

Sebelumnya kata Bupati, sepulangnya dari Batam acara menerima jemaah haji Kampar, dirinya langsung menunju Bangkinang dan mengundang forkopimda dan dinas terkait untuk mengadakan rapat dalam rangka penyelesaian konflik ini dan sekaligus merumuskan langkah-langkah apa saja yang akan kita tempuh dalam penyelesaiannya.

“Dalam rapat tersebut, saya sebagai Bupati Kampar bersama Forkopimda telah mengambil kebijakan mengeluarkan surat permintaan syarat-syarat kepada PT SBAL, sebenarnya persoalan ini bisa diselesaikan jika PT SBAL mau korporatif dengan kita, mana hak PT SBAL tunjukkan data petanya, jika kurang akan kita tambah, contoh izin yang dikeluarkan pusat 6.400 ha yang digarap baru 5.000 ha, kurang 1.400 ha akan kita carikan lahannya, kalau kurang, tapi sebaliknya kalau lebih balikan ke masyarakat saya,” tegas Azis.

Bupati Kampar menjelaskan sampai saat ini pihak SBAl masih keberatan dan menunda-menunda penyelesaian ini. "Sudah kita buat surat panitia untuk penyelesaian ini yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kades, datuk (Ninik Mamak), Camat, Kepala Dinas terkait, Forkopinda termasuk didalamnya orang-orang PT SBAL dengan tujuan dapat terakomodir dengan jelas dan adil,'' tambahnya.   

Bupati Kampar mengatakan bahwa dirinya selaku Bupati sudah membuat surat yang lebih tegas untuk PT SBAL. Surat yang ditandatanganinya langsung dibawa oleh Kapolres Kampar ke Kapolda juga dibawa ke Mabes Polri di Jakarta agar ini terbuka.

Bupati Kampar juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena selama enam hari begitu sabar berunjuk rasa dan tidak anarkis, demo silahkan tapi jangan anarkis.

“Saya tidak mau masyarakat saya ditangkap gara-gara anarkis, saya telah dipilih oleh masyarakat di sini dan saya akan membela masyarakat Kabupaten Kampar," tegas dia.

Terkait dengan permintaan masyarakat untuk menjadikan lahan konflik tersebut menjadi status quo pada saat rapat di ruang rapat lantai III Kantor Bupati Kampar, Azis mengatakan bahwa hal tersebut harus ada dasar hukumnya dan tidak bisa dilakukan tanpa ketentuan hukum yang berlaku.

“Jika saya lakukan juga maka saya sudah melanggar hukum karena tidak dasar untuk melakukan penetapan status quo, dan saya akan di tangkap oleh polisi, kita tidak mengada-ada, tapi kita harus tegas, ini saatnya kita berjuang,” jelas Bupati Kampar.

Bupati Kampar meminta masyarakat untuk bersabar karena Pemerintah Kabupaten Kampar telah mengambil suatu sikap bersama Forkopimda dan aparat terkait untuk bermusyawarah, mengundang mereka, mencari solusi.

“Hak masyarakat tolong balikan ke masyarakat, yang punya milik Perusahaan silahkan ambil,” ujar Bupati Kampar. Naz