Sudahlah Kabupaten Termiskin, Meranti juga Marak Overfishing


riaupotenza.com
Nelayan sedang menangkap ikan.

MERANTI (RPZ) - Kerap masuk dalam kawasan praktik overfishing, Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti akan perkuat SDM budidaya. 

Kepala Dinas Perikanan Kepulauan Meranti, Ir Anwar Zainal, Kamis (30/8/2018) siang mengatakan, saat ini ada dua tugas yang dinilai penting, pertama peningkatan pelayanan, dan yang kedua lebih penting adalah peningkatan produksi sektor perikanan. 

Dalam peningkatan sektor perikanan digenjot dengan dua cara, yakni memposisikan bidang tangkap dan budidaya secara maksimal. Namun dalam pengembangan potensi bidang tangkap, Anwar mengaku riskan atas berlangsungnya praktik overfihing. 

"Tangkap sudah terjadi over fishing dengan kapasitas hampir mencapai 1.700 ton pertahun. Dan itu akan bertambah dengan berjalannya waktu. Makanya tangkap sudah sudah tidak bisa dihandalkan lagi di sini," ujarnya. 

Untuk menggenjot produksi pada sektor perikanan diperlukan cara lain. Cara itu adalah dengan mengandalkan sektor budidaya ikan, mulai dari budidaya ikan air tawar, payau, dan air asin.

Terlebih saat ini Kepulauan Meranti adalah daerah termiskin di Riau. Diungkapkannya, tingkat kemiskinan 30 pesen dari semula hanya 42 persen. Walaupun ada penurunan, namun tetap paling miskin di Provinsi Riau.

"Dan Kantong kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti berada di daerah yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan," ujarnya. 

Mendongkrak ekonomi mereka, saat ini sekitar 28 orang nelayan yang tersebar di setiap kecamatan diberi pelatihan dalam pengembangan budidaya ikan dengan pola bioflok.Dalam pelatihan yang diadakan selama tiga hari yang dimulai Kamis (30-33/8/2018) ini pihaknya telah mendatangkan Narsum langsung dari Balai Budidaya Air Tawar Jambi, dan Pelaku Usaha Asal Dumai.wira