Tuntut Tersangka Dibebaskan, Warga Desa Seleman Blokir Jalan


riaupotenza.com

KERINCI (RPZ) -- Warga Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci, Kerinci, Senin (20/08) memblokir ruas jalan Kerinci-Jambi yang melintasi desa mereka.

Pemblokiran ini dilakukan karena warga tidak terima dengan penahanan yang dilakukan Polres Kerinci terhadap beberapa warganya yang menjadi provokator pembakaran rumah warga Desa Pendung Talang Genting (Pentagen) Senin (30/7) lalu.

Akhirnya seluruh warga tiga Desa Seleman pada Senin (20/08) melakukan aksi turun ke jalan lintas. Bahkan, anak-anak warga Desa Seleman juga dilibatkan dengan duduk disepanjang jalan lintas dengan mengangkat kardus bertuliskan “bebaskan orang kami".

Bukan hanya itu saja, warga juga memindahkan pondok dan warung kaki lima hingga kursi dan meja ke tengah jalan. Informasi yang berhasil dihimpun, masyarakat tiga Desa Seleman mulai melakukan pemblokiran sekitar pukul 14.30 Wib (20/8).

Pemblokiran jalan ini dilakukan warga Seleman, karena setelah sebelumnya dua warga Seleman ditahan, kali ini ada lagi satu warga Seleman yang ditangkap oleh pihak Polres Kerinci dan masyarakat Seleman minta warganya dilepaskan.

"Iya, warga Seleman blokir jalan, membuat ruas jalan tidak bisa dilewati kendaraan, bagi warga yang ingin melewati jalan tersebut untuk memutar arah dan mencari alternatif jalan lain," kata Anto, salah seorang warga yang mau melewati ruas jalan tersebut.

Hingga pukul 21.00 wib semalam (20/8) masyarakat tiga Desa Seleman, Kecamatan Danau Kerinci masih melakukan pemblokiran ruas jalan utama Sanggaran Agung menuju Kota Sungai Penuh.

Akhirnya, bagi warga yang ingin ke Jambi terpaksa melewati jalan lain yakni dari Pulau Tengah, begitu juga warga yang dari Jambi, karena jalan masih diblokir.

Kasat Lantas Polres Kerinci, AKP Darmadi, mengatakan warga yang mau menuju Merangin- Jambi dari Sungai penuh, akhirnya memilih melewati jalan Keliling Danau, Pulau Tengah via Sanggaran Agung. “Begitu juga warga dari Jambi hendak ke Sungai Penuh melewati jalan Sanggaran Agung -Jujun dan Pulau Tengah,” kata Darmadi.

Hingga sejauh ini, ratusan anggota Brimob, Polres Kerinci dan TNI masih siaga dan berjaga - jaga di perbatasan dua desa, yakni Seleman dan Pentagen.

Kapolres Kerinci, AKBP Dwi Mulyanto, S.Ik, SH dikonfirmasi mengatakan saat ini pihaknya masih mengupayakan negosiasi dengan tokoh masyarakat di Polsek Danau Kerinci. "Sekarang kita masih komunikasi dengan masyarakat di Polsek Danau Kerinci," katanya.

Aksi pemblokiran jalan sempat memanas, tepatnya pada pukul 18.00 wib pihak Kepolisian sempat mengeluarkan tembakan gas air mata. Dikarenakan, warga Desa Seleman tak kunjung membubarkan diri.

Atas kejadian tersebut, warga Seleman yang tidak mau disebutkan namanya menyesalkan dengan tindakan pihak Kepolisian yang terlalu cepat mengeluarkan tembakan gas air mata tepat didepannya anak-anak dan ibu-ibu. Akibatnya, anak-anak menjerit kesakitan.

"Pihak Kepolisian tidak sportif, langsung menembakan gas air mata. Saat ini, mereka masih kesakitan, matanya merah," ungkapnya.

Diakuinya, bahwa mereka menilai pihak Polres Kerinci telah mengingkari kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. Pasalnya, pihak Polres berjanji hanya melakukan penangkapan terhadap dua orang pelaku pembakaran saja.

"Namun kenyataan, mereka kembali lagi menahan satu warga Desa Seleman, makanya warga marah," katanya. (rpz/jpnn)