KPK: Cegah Gratifikasi, Kesejahteraan Diperhatikan

ASN Bukan untuk Kaya!


riaupotenza.com
Andi Purwana

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Mencegah terjadinya gratifikasi, kesejahteraan para Aparatur Sipil Negara (ASN) harus diperhatikan. Tentunya gaji para ASN harus naik dan tinggi. Pasalnya, para ASN diciptakan bukanlah untuk kaya, melainkan untuk mengabdi untuk negara sebagai pelayan publik.

Hal itu disampaikan Andi Purwana, bidang pencegahan gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia (RI), bahwa diakuinya untuk minimalisir terjadinya gratifikasi, pegawai harus naik gaji. Sehingga kesejahteraan pegawai membuat semua kebutuhan bisa terpenuhi dan menjauhkan diri dari perbuatan melanggar hukum seperti gratifikasi. 

Dijelaskan Andi, gaji pegawai yang layak agar tidak terjadinya gratifikasi menurutnya minimal layak dan mampu mengkuliahkan anaknya sampai S1, minimal dua orang anak. Sehingga tidak akan terjadi yang namanya korupsi serta gratifikasi dalam pelayanan publik.  

“Pegawai diciptakan bukan untuk kaya. Kalau mau kaya ya jadi pengusaha. Namun pegawai hidupnya harus cukup. Cukup dalam artian semua bisa terpenuhi dengan gaji yang besar,” sebut Andi. 

Lanjut Andi, bahwa gratifikasi rentan terjadi di pelayanan publik pembuatan e-KTP, KK dan akta kelahiran di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Untuk itu, kepada penerima layanan publik jangan memberikan hadiah terhadap pelayan publik. Artinya, jangan ada pelayanan berbagai sesuai ketentuan pembayaran yang ditentukan oleh aturan.

“Penerima layanan publik tidak dibenarkan memberikan berupa hadiah kepada pelayan publik. Jangan membayar lebih dari jasa pelayanan publik, sebab bentuk pelayanan yang harus dibayar sudah diatur dalam ketentuan aturan,” pungkasnya. iin.