DPRD Nilai Jawaban Pemda Mengecewakan, Soal Apa


riaupotenza.com
Jefri Antoni

KUANSING (RPZ) - DPRD Kuansing kembali menggelar sidang paripurna tentang jawaban pemerintah atas pandangan umum fraksi, Senin (20/8/2018) siang sekira pukul 10.00 WIB di aula Kantor DPRD Kuansing. 

Mendengar jawaban pemerintah yang dibacakan Bupati Kuansing Drs Mursini, sejumlah anggota DPRD Kuansing kecewa terhadap jawaban pemerintah soal pengelolaan aset Pemkab yang saat ini masih terbengkalai. 

Pasalnya jawaban bupati dalam rapat paripurna tersebut dinilai tidak memberikan solusi konkrit terhadap pemanfaatan aset daerah tersebut. Seperti bangunan Hotel Kuansing, Pasar Modern, dan Universitas Islam Kuansing.

"Jawaban pemerintah terlalu normatif, tidak ada kepastian dan ketegasan," kata anggota DPRD Kuansing Jefri Antoni kepada wartawan hasil sidang paripurna. 

Menurutnya, yang dinanti masyarakat sekarang ini adalah kepastian dari pemerintah, bukan jawaban yang tidak pasting. "Masyarakat menunggu, kapan bisa direalisasikan. Bukan lagi upaya-upaya tak pasti," katanya.

Masalah aset tiga pilar katanya, masalah ini sudah lama bergulir. Bukan saja di tahun ini saja, Namun sudah dari tahun 2017 lalu masalah ini sudah dibahas. Hasilnya, sampai saat ini belum ada realisasi. 

Berangkat dari kondisi tersebut, Anto-sapaan Jefri Antoni-menyarankan agar pemerintah serius menyelesaikan persoalan aset yang masih terbengkalai tersebut. "Jangan sampai masyarakat bertanya-tanya lagi soal itu (aset,red)," ungkapnya.

Sebelumnya, Bupati Mursini sidang paripurna mengatakan sejak awal pemerintah komitmen memperhatikan masalah aset, diantaranya masalah aset tiga pilar tersebut.

Masih kata bupati, untuk Hotel Kuansing saat ini banyak sejumlah asetnya yang rusak. Alhasil, belum bisa dimanfaatkan maupun dikelola pemerintah.

Sementara untuk bangunan Uniks, menurut bupati, Pemkab terus berupaya agar kampus tersebut secepatnya dapat dipergunakan untuk proses perkuliahan.

Sementara untuk Pasar Modern, Bupati mengatakan saat ini sedang dilakukan audit oleh BPKP sehingga belum bisa dimanfaatkan untuk menampung pedagang.cil