Sekda Rohil Tantang Pemuda


riaupotenza.com
Foto bersama dengan Sekda Rohil Drs Surya Affan.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) – Saat ini pengelolaan Participating Internet (PI) 10 persen sudah diserahkan pusat kepada daerah. Hal ini tertuang sebagaimana keputusan Kementrian ESDM.

Terkait hal ini, Sekda Rohil, Srs H Surya Arfan MSi pun menantang para pemuda di Rohil. Untuk apa!

Apa yang ditantang Sekda ini ternyata duduk bersama untuk diskusi. Kendati pengelolaan Blok Rokan sudah disepakati diserahkan ke Pertamina, maka pemerintah daerah meminta kepada Pertamina untuk melibatkan putra daerah dalam tenaga kerja inti yaitu skill. Yang artinya jika sewaktu-waktu jika dibutuhkan mengelola sudah memiliki skill. Dan teruma harus dipastikan berpa persen dana bagi hasilnya untuk daerah dan jumlah SDM.

“Kalau kita benar ingin mengelola itu, kita akan tuntut ke Pertamina bahwa mana untuk jatah kami baik itu jatah bagi hasilnya maupun jatah SDM nya. Masukkan kami beberapa orang ke manajemennya. Jika ada pengalihan pengelolaan maka kita sudah punya orang yang mampu di dalamnya,” kata Sekda.

Disebutkan Sekda, sepertinya ketika memberikan kewenangan kepada Pertamina, pemerintah pusat sudah melibatkan daerah. Dan pihaknya sudah beberapa waktu lalu bersama bupati dan pejabat lainnya ke Wamen SDM, melontarkan pertanyaan bagaimana jika Rohil yang mengelola Blok Rokan, mereka mempersilahkan, kembali yang menjadi tantangan ialah apakah Rohil memiliki modal.

“Modal yang dibutuhkan untuk mengelola Blok Rokan adalah seribu triliun lebih. SDM nya pertamina masih minta tolong dengan Chevron, karena untuk tenaga skill Pertamina tidak memiliki oleh karena itu untuk kita mengelola peluang masih ada, karena ini di daerah kita,” sebutnya.

Namun Sekda mengaku terganggu ketika ada yang membahas statmen Sekda di media sosial, bahkan ada orang yang marah dengan dirinya di facebook. “Siapa bilang saya tidak menghargai SDM Rokan Hilir, saya adalah salah satu yang menegakkan SDM Rohil disetor pendidikan. Sudah berapa banyak yang pemerintah sekolahkan melalui beasiswa. Kalau saya melecehkan orang Rokan Hilir, berarti saya melecehkan diri sendiri bukan bahasa saya melecehkan,” tukasnya.

Kendati membantah melecehkan orang Rohil tidak memiliki SDM untuk mengelola Blok Rokan, malahan ia menantang putra daerah Rohil kalau memang bersedia untuk membahas kemampuannya mengelola Blok Rokan. Jadi, bagaimana untuk mengelola Blok Rokan bukan hanya bicara begitu saja, melainkan harus dengan kajian dan dibicarakan melalui forum yang lengkap, teruma BUMD.

“Saya menantang, apakah siap. Kalau siap moh kita sama-sama. Namun dengan cara-cara yang elegan. Hal itu dikonsepkan. Ya tidak bisa begitu saja, namun harus melalui suatu forum yang lengkap dengan kajian yang konfrehensif, bukan hanya bicara di media sosial. Kalau memang mau berdiskusi mari kita berdiskusi,” ungkapnya. iin