Dicecar Soal Dana BUMDes Rp150 Juta, Kades Tanjung Karang Ketakutan, Ada Apa


riaupotenza.com
Busrianto

BANGKINANG (RPZ) - Busrianto, Kepala Desa Tanjung Karang, Kecamatan Kampar Kiri Hulu menghindar ketika ditanya mengenai dana Badan Usaha Desa (BUMDes) sebesar Rp150 juta yang hingga kini belum ada kejelasannya.

Beberapa kali kami mencoba menghubungi nomor ponselnya tidak ada jawaban. Setelah ditelpon berkali-kali, sejenak diangkat, untuk kemudian langsung dimatikan lagi tanpa bicara.

Kami juga telah mengirim SMS dan pesan melalui WhatsApp kepada yang bersangkutan juga belum direspon. Persoalan ini mencuat setelah Dirut BUMDes Tanjung Karang, Sulaiman buka suara bahwa dirinya tidak pernah menerima dana modal pendirian BUMDes sebesar Rp150 juta.

"Jangankan terima duit sebagai Dirut BUMDes, melihatnya saja saya tidak pernah," ujar Sulaiman.

Sulaiman mengungkapkan, tidak mengerti mengapa Busrianto selaku Kades belum menstranfer duit kepada dirinya untuk kegunaan menjalan usaha BUMDes.

"Saya cuma pernah ikut musyawarah pembentukan BUMDes sekali, sejak saat itu usaha belum dapat berjalan karna duitnya tidak pernah masuk ke rekening BUMDes," beber Sulaiman. Wartawan berupaya melacak informasi berkenaan dengan persoalan ini ke Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Kampar.

Dari internal DPMD kami temukan fakta yang sama dengan apa yang disampaikan Sulaiman, bahwa BUMDes Desa Tanjung Karang belum berjalan. Hanya saja, sumber kami di DPMD itu enggan menerangkan lebih jauh penyebab belum berjalannya BUMDes desa tersebut.

"Di sini, dana yang sudah tercatat diperuntukan untuk BUMDes Tanjung Karang tertulis sekitar Rp150 juta," ucap sumber itu, sambil menunjukkan kertas berisi daftar-daftar BUMDes di Kabupaten Kampar  yang diduga bermasalah. Naz