Pelaku Serahkan Diri kepada Ketua RT

Cekcok, Istri Kritis Dibacok


riaupotenza.com
Akbar Hidayat (35) suami dari Endang harus mempertanggung jawabkan perbuatannya kepada pihak yang berwajib .

TANJUNGMEDAN (RPZ) - “Pak, aku menyerahkan diri, aku telah membunuh istriku,” ujar Akbar Hidayat (35) sembari merangkul Ketua RT 01, Dusun 04, Sukardi di Kepenghuluan Tanjung Medan Barat, Kecamatan Tanjung Medan. 

Mendapati pengakuan mendadak tersebut, Sukardi cukup kaget dan sembari bertanya apa masalahnya sehingga kamu membacok istrimu?

Saat itu, pelaku Akbar Hidayat tidak banyak bicara. Dia hanya berkata “saya khilaf,” ujar pelaku seperti dikutip Sukardi.    

Setelah berhasil mengamankan pelaku, Ketua RT Sukardi melaporkan kejadian tersebut hari itu juga Ahad (5/8) ke Polsek Pujud. Berdasarkan laporan tersebut, Tim Polsek Pujud langsung meluncur ke TKP. Sesampai di lokasi kejadian, tanpa membuang waktu petugas langsung melakukan olah TKP.

Berdasarkan olah TKP, petugas menemukan barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku untuk membacok istrinya, Endang Mariani. Akibat bacokan parang tersebut, korban mengalami luka robek di bagian kepala serta kedua belah telapak tangannya nyaris putus. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit di Kota Rantau Perapat, Sumut. Sementara itu, pelaku sudah diamankan oleh polisi.

Di tempat terpisah, Datuk Penghulu Tanjung Medan Barat Sugianto yang dikonfirmasi riaupotenza.com melalui via telepon mengatakan, bahwa ia sudah mendapat informasi kejadian itu dari Sukardi, Ketua RT 01, Dusun 04. Sugianto pun mengaku sudah turun ke lokasi kejadian melihat kondisi korban. “Kondisi korban saat itu cukup kritis,” ujarnya.

Melihat kondisi korban cukup kritis, maka dengan menggunakan mobil Penghulu korban dibawa ke Rumah Sakit Bagan Batu.

“Informasi yang kami dapat sekarang ini korban dirujuk ke salah satu Rumah Sakit di Rantau Parapat, Sumatera Utara (Sumut),” ujarnya. 

Ditanya penyebab terjadinya cekcok dalam keluarga tersebut, Penghulu mengatakan bahwa cekcok pasangan suami istri itu dipicu oleh permasalahan ekonomi.prs