Bacaleg Jangan Mendahului Kampanye di Medsos


riaupotenza.com
Syahyuri

BAGANSIAPIAPI (RPZ) – Saat ini masih dalam tahap verifikasi berkas oleh pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) Rohil Senin (6/8), kendati waktu untuk berkampanye masih sebulan lagi, maka bagi bakal calon legislatif (Bacaleg) agar tidak mendahului berkampanye di media sosial (Medsos).

Ketua Panwaslu Rohil, Syahyuri SHi kepada riaupotenza.com mengatakan, bahwa untuk partainya saat ini masa verifikasi berkas, misalnya kalau memang ijazah tidak sesuai dengan KTP maka inilah yang sedang diverifikasi oleh KPU.

“Kampanye di medsos sudah disampaikan secara partai dan pribadi juga sudah disampaikan agar itu dihapus. Jangan mendahului kampanye di Medsos,” kata Syahyuri.

Memang secara mekanisme, lanjutnya, seharusnya Panwaslu memanggil yang bersangkutan (Bacaleg) agar diperingati supaya tidak mendahului waktu kampanye yang telah dtetapkan oleh PKPU. “Harusnya kita panggil, namun saat ini kita peringatkan dulu melalui partai politiknya agar tidak berkampanye di medsos, saat ini mereka masih bakal calon sementara (BCS) dan bisa saja nanti dicoret untuk bakal calon tetap (BCT). Lagi pula ini belum waktu kampanye,” ungkap Yuri.

Sementara ini, Syahyuri menyebutkan ada beberapa BCS yang sudah ditegur melalui inbok media sosial (Facebook) dan melalui surat disampaikan langsung ke partai secara persuasif. Karena saat ini sifatnya bahwa BCS masih menjalani masa verifikasi dan belum tentu posisinya.

Terutama untuk partai politik sendiri untuk tidak berkampaye. Dan sejauh ini para pimpinan partai politik sudah aktif bertanya bagaimana mekanisme kampanye tersebut, dan banyak yang akan mencetak spanduk bertanya ke Panwaslu. “Alhamdulillah, sejauh ini parpol proaktif yang ingin mencetak spanduk selalu berkonsultasi ke Panwaslu. Karena citra diri belum bisa, seperti memuat nomor urut dan lambang partai itu belum bisa,” tukasnya.

Jadwal kampanye di mulai secara resmi, kata Yuri, bahwa mulai tanggal 23 September baru boleh. Dan setiap BCT boleh berkampanye sesuai aturan yang diterbitkan oleh KPU. Namun sejauh ini bagaimana ketentuan kampanye, Panwasu sendiri mengaku belum menerima regulasi dari KPU.

“Tanggal 23 September baru resmi dimulai kampanye, untuk medsos sudah bisa namun untuk media massa belum ada regulasi. Dan ada ketentuannya yang diterbitkan oleh KPU apakah KPU yang mencetak atau dicetak masing-masing calon atau bahkan partai politik,” pungkasnya. iin