KPK Kembali Jadwalkan Periksa Wako Dumai, Kasus Korupsi Wak


riaupotenza.com
Wako Dumai, Zul As (baju koko putih).

JAKARTA (RPZ) - Wali Kota (Wako) Dumai, Zulkifli AS kembali dijadwalkan akan diperiksa oleh KPK. Pemeriksaan itu terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi usulan dana perimbangan daerah pada RAPBN-P 2018. 

Kabiro Humas KPK, Fendri Diansyah kepada wartawan, Selasa (7/8/2018) mengatakan, Zulkifli dipanggil sebagai saksi untuk tersangka YP (Yaya Purnomo).

Sebelumnya pada tanggal 25 Juli 2018 lalu, Zulkifli sempat dipanggil KPK. Namun yang bersangkutan tidak hadir.

Selain saksi untuk Yaya, KPK juga memanggil saksi untuk tersangka lainnya, Amin Santono. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan 4 tersangka, yaitu anggota Komisi XI DPR Amin Santono, Eka Kamaluddin (perantara), dan Yaya Purnomo (eks pejabat Kemenkeu) dan seorang kontraktor Ahmad Ghiast. Sumber dana untuk suap itu disebut berasal dari para kontraktor di Sumedang. 

Ahmad diduga sebagai koordinator sekaligus pengepul dana dari para kontraktor itu. Uang itu kemudian diduga diberikan sebagai suap kepada Amin. 

KPK turut menyita sejumlah aset saat melakukan operasi tangkap tangan. Aset tersebut antara lain emas seberat 1,9 kg hingga duit Rp 1,8 miliar, SGD 63 ribu, dan USD 12.500 dari apartemen Yaya. Mobil Rubicon milik Yaya juga disita KPK.

Selain itu dalam tahap penyidikan, KPK juga menggeledah rumah dinas anggota DPR dari Fraksi PAN, apartemen tenaga ahli fraksi PAN, dan rumah pengurus PPP. Dari penggeledahan itu, KPK menyita mobil Toyota Camry, duit Rp 1,4 miliar, hingga proposal usulan anggaran dari sejumlah daerah.

KPK juga sudah memeriksa Tenaga Ahli F-PAN DPR, Suherlan. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri soal proposal usulan anggaran dari sejumlah pemerintah daerah yang disita KPK.rpz/rm