 Amankan Harga Sembako Jelang Idul Adha 2018

Ini Harapan Kadisdagperin ke Satgas Pangan


riaupotenza.com
SIDAK : Inspeksi mendadak (Sidak) dalam rangka pengawasan produk makanan dari luar negeri oleh Disdagperin Bengkalis diwaktu hari-hari besar keagamaan jelang Hari Raya Idul Fitri 2018 lalu.(sukardi)

BENGKALIS (RPZ) — Kebutuhan sembako di Pulau Bengkalis saat ini masih dalam kondisi tercukupi. Hanya saja, sejumlah komoditi harga mulai naik. Hal ini disebabkan sejumlah faktor yang sampai hari ini menjadi alasan pedagang dan distributor.

Ketika Riaupotenza.com mewawancarai Kepala Dinas Perdangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Bengkalis H Raja Arlingga di ruang kerjanya, Senin (6/8/2018) mengatakan, komoditi yang mengalami kenaikan itu diantaranya daging ayam potong, dan telur ayam.

Sedangkan komoditi lainnya masih dalam harga stabil. Jika pun naik, harganya tidak begitu tinggi. Namun, kondisi ini perlu diawasi secara bersama-sama. Melalui tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan, tentunya stabilitas harga bisa dipertahankan, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 2018.

“Harga kebutuhan mulai merangkak naik pada komiditi tertentu, seperti daging ayam potong, dan telur ayam. Faktor kenaikan disebabkan harga pakan yang mahal,”kata Raja Arlingga.

Dikatakannya, untuk Pulau Bengkalis sampai hari ini masih normal, dan belum terlihat kenaikan komoditi yang diperlukan oleh masyarakat, sebagai konsumen.

Disinggung soal peredaran produk makanan luar negeri, Malaysia. H Raja mengaku, sejauh ini untuk pengawasan produk luar negeri, atau Malaysia itu sepenuhnya menjadi kewenangan dari Disdagperin Provinsi Riau.

“Memang produk luar negeri tak luput dari pengawasan, tapi untuk pengawasan itu kewenanganya tidak ada pada kita, tapi sudah diambil alih kewenangan oleh Provinsi Riau, karena masalah anggaran kita yang terbatas,”katanya lagi.

Ia pun berharap, jelang Hari Raya Idul Adha nantinya. Tim Satgas Pangan, turut serta membantu serta mengawasi soal peredaran barang atau komoditi serta harga di pasaran. Disamping, petugas pengawasan internal Disdagperin, tentu harapan besar Satgas Pangan bisa mengambil tindakan tegas.

Oleh sebab itu, sambungnya. Melalui koordinasi dan rapat bersama beberapa waktu lalu, tentu apa yang pernah disampaikan melalui diskusi dan forum bersama Disdagperin Riau, bisa mengantipasi lonjakan kenaikan harga komoditi atau sembako di pasaran.

“Hari ini, kita Bengkalis dihadapkan dengan rasionalisasi anggaran secara besar-besaran. Sehingga, sisi pengawasan soal pangan ini sedikit melemah, namun tentunya harapan itu ada di Satgas Pangan, apalagi Bengkalis berada berbatasan dengan Negara tetangga Malaysia,”paparnya.

Retribusi Pasar

Selain pengawasan juga, mantan Kabid Dagri ini menjelaskan, ada upaya Disdagperin Kabupaten Bengkalis meningkatkan sektor pendapatan melalui retribusi pasar. Hampir seluruh pasar memiliki potensi dari retribusi yang menjadi sumber pendapatan daerah.

“Retribusi kita upayakan naik sesuai target, untuk sarana-sarana pasar kita hari ini butuh retribusi untuk daerah, seperti pelaksanaan Bazar itu, kita tidak ada urusan dalam Bazar, tapi pelaksana Bazar diwajibkan membayar retribusi sesuai yang ditentukan dalam aturan atau Perda,”terangnya.(pmc)