 Pembunuh Zulas Mawi Ditangkap

Motif Balas Dendam, Karena Saudara Kandungnya Dianiaya


riaupotenza.com
KONFRENSI PERS : Kapolres Bengkalis melalui Wakapolres Bengkalis Kompol Ade Zamrah, SIK didampingi Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, S.Ik menunjukkan barang bukti dan tersangka kasus pembunuhan, Senin (6/8/2018) kemarian di Mapolres Bengkalis.(sukardi)

BENGKALIS (RPZ) — Publik mungkin nyaris lupa dengan kasus pembunuhan Zulas Mawi (20), pemuda Jalan Kelapapati Laut, RT 003/RW 006, Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis yang terjadi Senin 16 Juli 2018, sekitar pukul 22.30 WIB lalu.

Polisi yang memburu pelaku selama lebih kurang 18 hari, akhirnya Jumat 3 Agustus 2018 lalu, sekitar pukul 02.30 WIB berhasil menghentikan pelarian pelaku Muhammad Al Hafis alias Bedoi bin Amir Hamzah (25). Pembunuhan bermotif balas dendam itu diungkap Tim Satreskrim Polres Bengkalis.

Muhammad Al Hafis ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan tersebut. Kendati ada beberapa nama lain yang merupakan saudara tersangka, kepolisian hanya bisa menetapkan sebagai saksi.

Demikian disampaikan Kapolres Bengkalis AKBP Yusup Rahmanto, SIK, MH melalui Wakapolres Bengkalis Kompol Ade Zamrah, SIK, Senin (6/8/2018) kemarian melalui konfrensi persnya di Mapolres Bengkalis.

Tersangka Muhammad Al Hafis ditangkap di salah satu rumah saudaranya di Desa Bantan, Kecamatan Bantan. Selain membekuk tersangka, polisi juga menyita barang bukti (BB) berupa satu bilah pisau genggam warna putih kilat sepanjang kurang lebih 25 centimeter (cm), satu helai baju kaos lengan pendek warna hitam les lengan warna merah, bernomor punggung 6, dan satu unit sepeda motor jenis Mio Soul warna merah bernomor polisi BM 5390 EH.

“Dalam terbunuhnya Zula Mawi ini kita tetapkan 1 tersangka, bernama Muhammad Al Hafis alias Bedoi, sedangkan saudaranya yang diduga turut serta Reyzi Anggara yang membonceng tersangka sampai ke TKP pembunuhan, masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut, dan karena mereka ada hubungan sedarah, maka dari itu Reyzi tidak diproses, namun hanya dimintai keterangan sebagai saksi,”kata Kompol Ade Zamrah didampingi Kasat Reskrim Polres Bengkalis AKP Andrie Setiawan, SIK.

Menurut Kompol Ade Zamrah, untuk kasus ini Polres menetapkan  Muhammad Al Hafis sebagai tersangka tunggal. “Mereka ada hubungan sedarah, maka dari itu mereka di jerat dalam kasus ini,”katanya.

Untuk tindak pidana kasus, sambungnya. Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 351 ayat (4) Junto Pasal 338 Junto Pasal 340 KUH Pidana, sesuai dengan ketentuan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang dan atau barang siapa dengan sengaj merampas nyawa orang lain atau pembunuhan dan/ Barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

“Tersangka diancam hukuman penjara seumur hidup, sesuai dengan Pasal 351 ayat (4) Junto Pasal 338 Junto Pasal 340 KUH Pidana,”terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan terhadap Zulas Mawi (20) terjadi Senin 16 Juli 2018 , sekitar pukul 22.30 WIB.

Kasus pembunuhan bermotif dendam itu terpaksa dilakuka tersangka, karena tidak senang dengan ulah korban yang melakukan penganiayaan terhadap saudara kandungnya Aril, lantas pelaku kalap mata, dan menghabisi nyawa Zulas Mawi dengan menggunakan sebilah pisau di bagian rusuk sebelah kiri, hingga akhirnya Zulas Mawi meregang nyawa saat menjalani perobatan di RSUD Bengkalis.

Kasus ini diketahui juga dari keterangan sejumlah saksi, jika pelaku yang mendapat kabar jika adiknya Aril dipukul oleh korban. Sehingga dengan amarah yang tak tertahan, Senin 16 Juli 2018, sekitar pukul 20.00 WIB, Muhammad Al Hafis mendatangi korban di Pos yang tidak jauh dari Desa Pangkalan Batang, bersama Reyzi saudara kandungnya. Mereka berdua mencari keberadaan korban, Zulas Mawi.

Keliling mencari korban, tepat di Jalan Kelapapati, depan Gang Senyum, pelaku bertemu dengan Zulas Mawi, dan saat itu pula. Pelaku mendekati korban, dan memukul perut korban hingga korban tertunduk, dan tanpa banyak tanya langsung menikam dada sebelah kiri hingga korban tak berdaya. Saat itu juga pelaku langsung meninggalkan korban dengan luka tusukan.(pmc)