Tindak Lanjuti Instrusksi Kemenkes RI

Kampar Targetlkan 95 persen Anak Diimunisasi MR


riaupotenza.com

BANGKINANG- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggalakkan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR). Apa bahayanya jika imunisasi ini tak dilakukan?

Berikut fakta-faktanya yang dirangkum dari laman resmi Kementerian Kesehatan RI :

1. Campak Bisa Sebabkan Kematian, pencegahan melalui imunisasi MR

Imunisasi Measles dan Rubella (MR) ini merupakan sesuatu hal yang penting untuk memberi perlindungan (kekebalan spesifik) dari bahaya dua penyakit berbahaya tersebut.

''Campak bisa berdampak hingga kematian. Masih banyak daerah di Indonesia yang melaporkan kasus Campak,'' tutur Menteri Kesehatan Nila Moeloek saat meninjau pelaksanaan kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) di MTs Negeri 1 Makassar.

Data Kementerian Kesehatan selama tahun 2010-2017 mencatat sejumlah 27.834 kasus Campak dilaporkan.

Tentu masih belum lekang dari ingatan kita bahwa beberapa waktu lalu terjadi kejadian luar biasa (KLB) di Suku Asmat Papua yang mengakibatkan ratusan anak meninggal akibat terserang Campak.

Menurut Menkes, gejala Campak masih dapat jelas terlihat, misalnya mengalami demam tinggi, matanya merah dan timbul infeksi sehingga melekat dan tidak terbuka (kelopaknya) lagi.

Anak itu dapat mengalami gangguan penglihatan bahkan menjadi buta bilapun selamat.

Namun yang lebih ditakutkan adalah perburukan bahkan hingga kematian.

2. Rubella Bisa Menyebabkan Kelainan pada anak

Saat ini, terdapat satu lagi penyakit yang perlu diperkenalkan kepada masyarakat, yakni penyakit Rubella dan dampaknya luar biasa.

Rubella adalah penyakit akut dan ringan yang sering menginfeksi anak dan dewasa muda yang rentan.

Data Kementerian Kesehatan pada 2013-2017 mencatat sejumlah 31.449 kasus Rubella telah dilaporkan.

''Rubella bisa menyebabkan kelainan pada anak dan tidak bisa kita obati. Kita tidak bisa matikan virus yang sudah masuk ke dalam tubuh,'' ungkap Menkes.

3. Virus Rubella Bisa Menyebar

Pada kesempatan tersebut pula, Menkes Nila Moeloek meluruskan anggapan salah di masyarakat yang menyatakan bahwa anak laki-laki tidak akan terinfeksi. Rubella bisa menyerang siapa saja dengan gejala yang tidak spesifik (tidak jelas).

''Itu salah besar. Baik anak laki-laki maupun perempuan bisa terkena Rubella'', pungkas Menkes.

Penyakit Rubella mudah menular, akan tetapi yang menjadi perhatian dalam kesehatan masyarakat adalah efek teratogenik apabila rubella ini menyerang pada wanita hamil terutama pada masa awal kehamilan.

Infeksi rubella pada ibu hamil dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan permanen pada bayi yang dilahirkan atau dikenal dengan Congenital Rubella Syndrome (CRS).

''Kalau kebetulan anak yang sakit Rubella ini dekat dengan ibu hamil, apalagi terkenanya di trimester pertama atau saat janin terbentuk, gejalanya juga tidak spesifik. Mungkin hanya demam ringan, padahal itu Rubella, anak yang dikandungnya bisa terlahir dengan kecacatan.'' tambah Menkes.

4. Tuli, Buta dan Kelainan Jantung

Kelainan akibat Rubella disebut dapat berupa ketulian, gangguan penglihatan bahkan kebutaan, hingga kelainan jantung.

Dalam hal bayi lahir dengan katarak misalnya, Menkes menerangkan bahwa operasi mengangkat katarak bisa dilakukan tetapi mengatasi gangguan penglihatannya sangat sulit.

''Dampak dari Rubella ini sangat luar biasa. Saya kira kita harus memikirkan dampak dan akibat yang terkena apabila kita menolak imunisasi'', tandas Menkes.

Canangkan Measles Rubella Tingkat Kabupaten Kampar, Wakil Bupati Kampar Catur Sugeng : Target 95 Persen capai sasaran.

Menindaklanjuti instruksi Kementerian Kesehatan RI itu, Pemerintah Kabupaten Kampar juga gencar mensosialisasikan Pemberian Imunisasi MR ini kepada anak-anak di Kabupaten Kampar.

Hal ini disampaikan Bupati Kampar yang diwalili oleh Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto. Pemda Kampar mencanangkan pemberian vaksin imunisasi Measles Rubella (Campak dan Rubella) Tingkat Kabupaten Kampar tahun 2018.

"Kita targetkan dapat tercapai 95 persen terhadap sasaran yang wajib di berikan Vaksin Measles Rubella (MR) di seluruh wilayah Kabupaten Kampar," ujar Wabub saat memberikan pengarahan pada acara pencanangan imunisasi Measles Rubella yang diadakan di Lapangan Basket SMPN I Bangkinang Kota, Rabu, (1/8).

Ditambahkan  Wakil Bupati Kampar diharapkan dengan  pemberian imunisasi ini anak-anak Kampar dapat terhindar dari penyakit campak dan rubella ini. Menurut dia ini merupakan terobosan dan sangat baik. Mudah-mudahan semua  anak-anak yang tergolong usia 9 bulan sampai 15 tahun mendapatkan imunisasi ini.

Dari target yang telah ditetapkan sebesar 95 persen, wakil Bupati Kampar sangat optimis akan capaian ini, karena jika di lihat dari sumber daya kesehatan  yang  dimiliki yang tersebar di seluruh Kecamatan di Kabupaten Kampar akan dapat mejangkau seluruh desa dan sekolah yang ada di Kampar.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar Nurbit dalam sambutan menyampaikan bahwa   Measles Rubella dapat menyerang anak-anak kita

Yang disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan mudah melalui air liur, batuk atau bersin maupun terhadap benda-benda yang terkontaminasi oleh pengidap rubella," kata Nurbit.

Ditambahkannya lagi tujuan kegiatan ini untuk memberikan kekebalan, dan memutuskan tranfusi bakteri MR bagi anak-anak untuk tidak tertular kepada yang lain oleh pengidap penyakait MR ini.

Adapun sasaran pemberian imunisasi MR ini adalah seluruh anak yang berusia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun yang berjumlah 213.018 orang di seluruh wilayah Kabupaten Kampar. Sedangkan sararan target kita adalah sebesar 95 persen sesuai dengan arahan kemeterian kesehatan RI.

Hadir pada kesempatan tersebut Forum Koordinasi Pemerintah Kabupaten Kampar, Sekretyaris Daerah Kabupaten Kampar Drs. Yusri, M.Si, para Staf Ahli setda Kampar, para Asisiten di setda Kampar, Kamenag Kampar H. Alfian, M.Ag, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Kampar, ketua DWP Kampar Juli Mastusti, kepala Sekolah SMPN I Bangkinang dan majlis guru serta sisiwa yang kan diberikan Vaksin Measles Rubella (Adv)