Hingga Malam Hari

Pengunjuk Rasa Menolak Dibubarkan


riaupotenza.com
Pera karyawan PT JJP saat mendengarkan hasil kesepakatan perusahaan dengan mantan Askep 1 Kebun Sei Bangko.

KUBA (RPZ) - Karyawan PT Jatim Jaya Perkasa (JJP) yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT JJP, Selasa (31/7) mulai dari  puluk 07.30 WIB  pagi menolak membubarkan diri hingga jam 23.30 WIB malam.

Para buruh ini mengaku tidak mau membubarkan diri, sebelum staf HRD PT JJP yang masih dalam perjalanan dari Pekan baru menuju PT JJP selaku pengambil keputusan atas tuntutan mereka.

Ketua FSPPP-SPSI PT JJP,  Mongoloi Manullang, berupaya meyakinkan buruh untuk membubarkan diri, namun terus  mendapat penolakan.

Yang paling menolak dalam pembubaran diri tersebut, merupakan dari kalangan karyawan kaum ibu-ibu, terlebih mereka mengikut sertakan anak-anaknya saat melakukan aksi.

Bahkan kasat Sabara Polres Rohil, Kasat Intel Polres Rohil, AKP Ruslan, dan Kapolsek Kubu, AKP Syofyan terus meyakinkan para peserta unjuk rasa, agar segera membubarkan diri, kemudian satu-persatu karyawan terlihat baru beransur meninggalkan TKP.

“Ibu-ibu yang punya anak kecil, silahkan pulang, kasihan anak-anak kita,” ujar Kapolsek Kubu, AKP Syofyan  dalam pidatonya sembari meyakinkan para pengunjuk rasa bahwa tuntutan mereka pasti menemui titik terang.

Lanjut Kapolsek, setelah dilakukan pengarahan, akhirnya para pengunjuk rasa, mengikuti, dan meninggalkan lokasi dan kembali kebarak (perumah) masing-masing.

“Hanya sebagian saja yang masih ada tinggal, mereka ingin melihat HRD yang datang dari Pekanbaru, dan ingin menyaksikan langsung keputusan mediasi antar HRD dan karyawan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua FSPPP-SPSI PT JJP,  Mongoloi Manullang, mengatakan, bahwa sebagian besar para karyawan menolak membubarkan diri.

“Memang semangat rekan-rekan kita sangat semangat sekali saat aksi unjuk rasa ini, namun meski demikin waktu aksi itu ada batasnya, kalau kita melanggar peraturan, maka, organisasi sendiri nantinya yang rumit sebagai penanggung jawab aksi ini,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan ribuan terimakasih kepada aparat kepolisian,  baik dari Polres Rohil, maupun Polsek Kubu yang telah mengawal aksi mereka hingga malam hari.

“Kami selaku karyawan mengucapkan terimakasi kepada pak Polisi, yang sudah bersedia mengawal, dan memediasi permasalahan kami dengan manejemen perusahaan,” ujar Mangoloi.

Terpisah GM PT JJP, Abdul Manaf mengatakan, setelah dilakukan mediasi  bahwa perusahaan sudah melakukan kesepakatan dengan mantan Askep 1 Sei Bangko, Budi Edwin, dan tidak adalagi persoalan.

“Tidak ada masalah lagi, semuanya sudah selesai, berlarutnya aksi ini sampai malam bukan karena ada kesalahan apa-apa, hanya saja menunggu HRD dari Pekanbaru selaku pengambil kebijakan atas tuntutan karyawan, yang dalam perjalan menuju PT JJP,” ujarnya

Kesepakatan tersebut lanjutnya, antar lain, pihak manajemen kembali melakukan penyambungan lampu, dan air bersih yang sempat diputus ke perumahan mantan Askep 1 Kebun Sei Bangko, Budi Edwin yang sudah di PHK setahun lalu. 

“Manajemen perusahaan memberi waktu selama satu minggu kepada Budi Edwin, apabila dalam satu minggu tidak mengajukan gugatannya ke Pengadilan Hubungan Industri (PHI) Provinsi Riau, maka akan dilakukan pemutusan fasilitas di perumahannya,” pungkasnya mengakhiri.zul.