Rencana Kelola Blok Rokan

Luar Biasa! Daerah Dapat 10 Persen


riaupotenza.com
Pompa untuk menarik minyak di ladang blok rokan.

BAGANSIAPIAPI (RPZ) - Menanggapi keputusan Kementerian ESDM terkait menyerahkan pengelolaan sektor minyak bumi di ladang Blok Rokan selepas habis kontrak PT Chevron pada 2021 mendatang, Bupati Rokan Hilir, H Suyatno Amp sangat senang.

Ia mengaku sangat luar biasa apabila benar sebesar 10 persen daerah yang mengelola sumber daya alam tersebut.

Bupati Suyatno menyebutkan, bahwa beberapa hari terakhir ia telah mendapat berita dari media sosial, bahwa memang Blok Rokan akan diambil alih dengan Pertamina selaku BUMN. 

‘’Tapi saya belum dibawa rapat untuk Riau bagaimana perkembangannya, itu boleh saja Blok Rokan diserahkan ke daerah dan dikelola oleh Pertamina. Saya pikir bagus,’’ sebut Suyatno.

Suyatno mengaku telah mendapat telepon dari seseorang terkait pengelolaan Blok Rokan tersebut, dan tentunya untuk kebaikan Rokan Hilir dan ada untuknya bagi daerah, pihaknya sangat mendukung sekali. ‘’Kemarin saya dihubungi, yang penting yang terbaik untuk Rohil dan menguntungkan untuk daerah,’’ ucapnya.

Sementara, sesuai putusan menteri ESDM bahwa pengelolaan Blok Rokan diserahkan ke Pertamina ini bakal membawa dampak baik bagi daerah. Tentunya membuka peluang tenaga kerja melalui kesiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dan tentunya mulai saat ini BUMD harus mulai berpikir bagaimana kesiapan selanjutnya untuk dapat mengelola 10 persen dari sumber daya alam di Rohil ini.

‘’Makanya ini kalau diserahkan kepada daerah, kita harus siapkan SDM dan mencari pihak ketiga. Kalau SDM BUMD kita saya pikir bukan tidak mampu, namun harus kita tingkatkan lagi dan cari orang yang profesional yang membidangi itu,’’ ujarnya.

Menurutnya, terkait bakal mendapatkan 10 persen itu perlu pengkajian lebih dalam lagi, sehingga apapun keputusan yang bakal dilaksanakan bisa bermanfaat berkelanjutan. ‘’Kalau cerita itu kita sangat menyambut baik. Kalau benar ini diberikan 10 persen kepada daerah ini sangat luar biasa. Mudah-mudahan itu terjadi,’’ ucap Suyatno.

‘’Terkait BUMD kita akan panggil apakah mereka siap atau tidak, bagaimana kita mempersiapkan diri untuk merekrut tenaga profesional. Besok kita panggil BUMD,’’ tukas Suyatno meyakinkan.

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 37 Tahun 2016, Participating Interest (PI) 10 persen merupakan besaran maksimal 10 persen PI pada kontrak kerja sama (KKS) yang wajib ditawarkan kontraktor kepada BUMD atau BUMN. Tujuannya, meningkatkan peran serta daerah dan nasional dalam pengelolaan minyak dan gas.iin