Sudah 3 Tahun Proyek Puluhan Miliar Mangkrak

Warga Pertanyakan Pembangunan SPAM


riaupotenza.com
Inilah bangunan SPAM yang mangkrak lebih kurang 3 Tahun di Ujungtanjung, Kecamatan Tanah Putih, Rohil.

UJUNGTANJUNG (RPZ) - Dalam penyediaan air bersih untuk masyarakat kurang mampu, pemerintah pusat dan daerah menggelontorkan dana yang cukup besar untuk membangun Sistim Pengolahan Air Minum (SPAM) di beberapa daerah.

“Namun dalam hal ini cukup banyak pembangunan yang dianggarkan oleh pemerintah terkadang tidak dapat dimamfaatkan oleh masyarkat. Ditambah lagi pembangunan itu terkesan asal jadi,” kata Agus Arjuna (50) warga Simpang Benar, Kelurahan Cempedak Rahuk, Kecamatan Tanah Putih, Senin (31/7) yang berkaitan menyikapi pembangunan SPAM Ujung Tanjung yang hangat dibicarakan warga, karena sudah tiga tahun dibangunn namun tidak beroperasi.

Proyek pembangunan UPT SPAM (Sistim Pengolahan Air Minum) yang berada di Ujung Tanjung yang diresmikan oleh Dirjen Cipta Karya Pusat dan Bupati Rokan Hilir. H Suyatno, Amp pada tahun 2015 lalu , sampai berita ini diterbitkan, bangunan yang sudah berdiri selama tiga tahun ini terlihat tidak terurus dan tidak ada terlihat kegiatan manusia di sekitar bangunan yang sudah ditumbuhi semak rumput.

Pembangunan SPAM di Ujung Tanjung kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rohil ini dibiayai oleh pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten. Dengan sharing badget APBN pusat Rp15 miliar, Provinsi Rp4 miliar untuk 17 Km pemasangan instalasi pipa dan dana APBD Rohil untuk 11 KM pemasangan instalasi pipa ke rumah warga sebanyak 600 kepala keluarga, namun hingga kini belum dapat dinikmati oleh warga.

“Kemarin air belum bisa ngalir, kita sudah diminta dana tiga ratus ribu untuk memindahkan kran meteran dan pemasangan pipa tambahan, sampai sekarang kita belum ada dapat air,” timpal Dodi dan Totok yang juga warga RT 11, RW 07, Kelurahan Cempedak Rahuk.

Terkait hal itu juga Purna Irawan (38) warga Simpang Benar selaku ketua RW 001, RT 03 sangat menyesalkan, jika pembangunan SPAM yang menyerap keuangan negara puluhan miliar untuk masyarakat miskin ini tidak dapat berfungsi dengan baik. “Saya berharap pemerintah dapat memperbaiki dan meninjau kembali SPAM itu, karena kebutuhan air bagi warga saat ini sangat diperlukan,” harapnya.

Dari informasi yang dirangkum di lapangan, bahwa tidak beroperasinya pembangunan SPAM ini setelah diresmikan, karena pipa penyaluran yang dipasang oleh kontraktor saat pembangunan diduga tidak sesuai dengan speck, sehingga air yang dialirkan pipa banyak bocor dan terbuang.

Terkait hal ini Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PPUPR) Rohil, H Jon Syafrindow yang dikonfirmasi melalui telepon gengamnya, hingga berita ini diterbitkan tidak dapat dihubungi.

Terpisah, Camat Tanah Putih Ramlan SSos ketika ditanya siapa pejabat UPTD di SPAM itu mengatakan, bahwa dia tidak tahu lagi siapa UPTD di SPAM itu. “Tidak tahu saya, bagusnya tanya langsung ke Dinas PU Kabupaten Rohil saja, yang setahu saya kemarin pernah diuji coba, tapi untuk selanjutnya saya tidak tahu,” kata Ramlan. Fen