24 Orang Pesakit Jiwa Dipasung, Dinsos Malah Bingung


riaupotenza.com
Istimewa

SELATPANJANG(RPZ)-Dinas Sosial Kabupaten Kepulauan Meranti bingung tangani banyaknya penderita gangguan kejiawaan (gila) di daerah mereka. 

Terlebih kepada banyaknya penderita sakit jiwa yang mendapatkan perlakuan kurang manusiawi, yakni dipasung. 

Dari data yang diterima oleh Pekanbaru Pos, setidaknya hingga saat ini terdapat 265 orang gila di Meranti, 24 diantara mendapat perlakukan yang tidak wajar, yakni dipasung. 

Dari jumlah tersebut, Dinsos mengaku ada beberapa orang diantaranya yang dilakukan rehabilitasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pekanbaru.

"Untuk tahun ini ada sekitar lima belas orang yang telah kami rehabilitasi ke RSJ Pekanbaru. Dari jumlah tersebut dua orang diantaranya rawat jalan dan sisanya rawat inap," ujar Kasi Rehabilitasi, Perlindungan Sosial dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kepulauan Meranti, Roma Suciana, Senin (30/7/18). 

Menurunya selama ini terkait penanganan selain keputusan rehab di RSJ, Ia mengaku terbentur atas tidak adanya Panti Rehabilitasi bagi penyakit sosial masyarakat. 

Untuk itu mereka mengaku tidak bisa melakukan pembinaan lanjutan, mulai dari pasien rawat jalan, hingga kepada pasien yang dinilai sembuh oleh RSJ yang memiliki potensi kumat kembali. 

"Berulang kita ajukan agar bisa dianggarkan melalui APBD namun kerap tercoret,"ungkapnya. 

Selain tidak memiliki panti rehabilitasi, masalah yang kerap ditemui mereka dilapangan yakni, tidak mendaptkan izin dari pihak keluarga pasien untuk dilakukan rehabilitasi di RSJ Pekanbaru. 

"kebanyakan dari keluarga mereka tidak memberikan izin ke kita agar pasien terkait untuk dilakukan rehabilitasi. Semua administrasinya harus mendapatkan izin dari keluarga terkait," ujarnya. 

Menurutnya semua biaya akomodasi ditanggung oleh pemerintah daerah. Untuk biaya perawatan selama di RSJ juga ditanggung.(Wira)