Meranti Masih Ada 24 Kasus Penderita Sakit Jiwa Yang Dipasung


riaupotenza.com
Istimewa

SELATPANJANG(RPZ)-Dilansir dari keteragan Dinas Kesehatan, jumlah orang gila (Orgil) di Kabupaten Kepulauan Meranti hingga hari ini mencapai 265 orang. 

Dari jumlah tersebut, 24 orang diantaranya dipasung. Kondisi itu diungkapkan oleh Kepala Bidang Pemgendalian dan Pencegahan Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Kepulauan Meranti, Fakhri kepada Pekanbaru Pos, Minggu (29/7/18) kemarin. 

"Jumlah bisa diperkirakan hampir mencapai 265 orang, 24 orang diantaranya masih dipasung," ujarnya. 

Jadikan Kabupaten Kepulauan Meranti bebas dari aksi pasung untuk orang gila atau kurang waras, sepertinya masih mimpi bagi pemerintah daerah (Pemda).

Menurut Fahkri, aksi pasung yang dilakukan bergam, mulai diikat dengan rantai, hingga diisoliasi di ruangan tertutup. 

"Bentuk pasungnya bermacam-macam. Ada yang sampai dirantai, namun pada umumnya diisolasi atau dikurung di ruangan tertentu," ujarnya.

Terbentur dengan segala keterbatasan, mulai dari minimnya anggaran yang akan digelontorkan sehingga menyebabkan keluarga dan masyarakat tidak punya pilihan lain, yakni memasung pesakit jiwa tersebut.

"Anggaran kita minim untuk dilakukan sosialisasi dan biaya rehabilitasi. Dampaknya waktu dan anggaran biaya mesti dibebankan kepada pihak keluarga. Karena untuk memperlakukan keluarga yang kurang waras tidak mudah dan butuh kesabaran serta biaya yang besar. Jadi mereka tidak punya pilihan lain," ungkapnya. 

Sejauh ini, pihaknya baru sebatas memberikan pemahaman saja. Itu pun tidak bisa dilakukan secara intens.

"Orang kurang waras, khususnya yang dipasung, masih tersebar di seluruh kecamatan. Kalau kita turun secara rutin membutuhkan biaya. Makanya masih sulit kita terapkan bebas pasung di Meranti," ucapnya.

Agar penanganan orang kurang waras di Kepulauan Meranti bisa berjalan baik, dia mengharapkan dapat dibentuk lembaga khusus. Apakah dibawah Pemerintah, atau lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Yang paling penting saat ini bagaimana fasilitas untuk orang kurang waras ada di Meranti. Kalau soal obat tersedia sama kami. Itulah kendalanya saat ini," aku Fakhri lagi.(Wira)