Dihadapan Pemerintah Pusat, Irwan Minta Sagu Masuk Sebagai Pangan Strategis Nasional


riaupotenza.com

JAKARTA(RPZ)-Bupati Kepulauan Meranti Drs. H Irwan MSi, berkesempatan menjadi narasumber dalam pegelaran hari Pangan Nasional di  Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (27/7/2018).

Perhelatan yang ditujukan sebagai ajang promosi sekaligus mensosialisasikan percepatan dalam mendorong pangan berbasis sumber daya itu ditaja secara resmi oleh Kementrian Pertanian Badan Ketahanan Pangan RI. 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Meranti Irwan Nasir menyarankan pada Pemerintah Pusat untuk memasukan Sagu sebagai komoditas pangan strategis nasional.

Irwan MSi berharap melalui kegiatan itu terjadi sosialisasi tentang pangan lokal khususnya Sagu, agar masyarakat Indonesia mengetahui dan paham kalau di republik ini ada komoditi Pangan asli Indonesia yakni Sagu yang memiliki nilai gizinya tidak kalah dari padi atau gandum. Hebatnya lagi tidak perlu diimpor. 

Saat ini menurut Irwan, untuk mengembangkan Sagu tidak cukup hanya dilakukan oleh pemerintah daerah penghasil Sagu saja, tetapi harus mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pertanian. 

Hal itu bukanya tidak beralasan, Sagu sebagai salah satu pangan alternatif yang tersedia melimpah di Indonesia yang detik ini belum mendapat tempat di negerinya sendiri.

Seperti diinformasikan Drs  Irwan MSi yang juga Ketua Forum Komunikasi (Fokus) Kabupaten Penghasil Sagu Seluruh Indonesia (Kapasindo), potensi Sagu Indonesia sangat besar dimana dari catatannya Indonesia adalah sumber penghasil Sagu terbesar di dunia.

"Dari seluruh potensi Sagu di Dunia 5.5 Juta Hektarnya ada di Indonesia, tersebar di Papua 4 Juta Hektar dan di 67 Kabupaten lainnya, dimana salah satunya berada di Kabupaten Kepulauan Meranti. Jika di total hampir mencapai 6 Juta Hektar," jelas Bupati.

Yang tergarap dengan baik dikatakannya baru dilakukan di Meranti dan beberapa kabupaten kota saja. Khusus di kabupaten di kabupaten yang dipimpinnya ia mengkleim telah berhasil menempatkan Sagu sebagai komoditas ekspor handalan. Saat ini Kabupaten termuda di Provinsi Riau itu telah berhasil menghasilkan tepung Sagu kering berkwalitas tinggi 3000 Ton Pertahun untuk di ekspor kemanca negara yang dihasilkan oleh PT. Nasional Sagu Prima (NSP) dan masyarakat. 

"Sagu Meranti dikirim ke Jepang, Singapura, Malaysia, dan ke Cirebon untuk mencukupi kebutuhan Sagu Nasional, dan ada juga pengusaha lokal yang mengekspor Sagu basah kenegara tetangga Malaysia dan Singapura, serta Cirebon, " jelasnya lagi.

Sejauh ini kendala yang dihadapi, diungkapkan Irwan, masih sangat kecilnya pasar Sagu di Indonesia dan dunia, hal ini dikawatirkan lambat laun akan menyebabkan petani Sagu mengalih fungsikan lahan-lahan produktifnya untuk komoditas lain yang dianggap lebih menguntungkan.

Diinformasikan juga dalam kegiatan itu, selain bertindak sebagai Keynote Speaker Bupati Kepulauan Meranti dalam kapasitasnya sebagai Ketua Fokus Kapasindo juga melakukan penandatanganan MoU pengembangan Pangan Lokal dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Ketua Asosiasi Petani Organik, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), dan Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI).(RPZ/Rls)