Uang Korupsi Rp. 300 Juta Masuk Kas Daerah Meranti


riaupotenza.com

SELATPANJANG(RPZ)-Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti secara resmi terima hibah uang dari hasil tidak pidana korupsi sebesar Rp 300 juta dari Kejaksaan Negegeri Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin (23/7/18) siang. 

Penyerahan secara simbolis diterima Pemda Meranti tepat di Halaman Kantor Kejari Kepuluan Meranti bersamaan sempena memperingati hari Adyaksa 2018. 

Kepala Kejaksaan Negeri Kepulauan Meranti Budi Raharjo mengatakan, uang ratusan juta tersebut merupakan hasil pengembalian dari terpidana korupsi mantan Kadis Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPU PRPKP), Hariyadi dan anak buahnya Fahrizal Yani dalam perkara tindak pidana korupsi pembangunan dermaga di Sungaitohor Barat, Kecamatan Tebingtinggi Timur.

Keduanya, dijatuhi hukuman 1,8 tahun penjara dan denda sebesar Rp.50 juta dengan subsider 2 bulan dalam sidang Tipikor di Pengadilan Negeri Pekanbaru pada Mei 2018.

Tidak hanya Hariadi dan Fahrizal Yani, dalam kasus itu pihak kejaksaan juga menahan dua rekanan kontraktor yang mengerjakan dan mengawasi proyek. Mereka adalah Basuki Rachmad dan Yudin. Selain divonis 5,6 tahun dan 5 tahun penjara, keduanya diwajibkan mengembalikan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp.1,157 miliar lebih. Namun, hingga sebulan masa inkrah, keduanya belum juga membayar uang pengganti.

"Perkara ini sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah). Mudah-mudahan uang tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya untuk pembangunan Meranti", kata Budi.

Menurut Budi, upaya pengembalian uang hasil korupsi ke kas daerah Meranti merupakan terobosan baru. Biasanya, uang seperti itu selalu dikembalikan ke kas negara. 

Dengan cara ini, maka uang tersebut dapat menjadi pendapatan bagi Pemda Meranti dalam membangun daerah.

Pantauan di lapangan, prosesi penyerahan uang hasil korupsi itu dilakukan pada akhir kegiatan. Setelah penandatanganan bersama, Kajari Budi Raharjo didampingi Kasi Pidsus Robbi dan Kasi Intel Zia Ul Fattah Idris langsung menyerahkan secara resmi kepada Pemda Meranti yang diwakili Sekda Meranti Yulian Norwis didampingi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Bambang Suprianto.

Uang itu juga pada akhirnya disetorkan ke kas daerah melalui petugas Bank Riau yang turut hadir dalam perhelatan tersebut..

Seperti yang sempat diberitakan Pekanbaru Pos jauhb sebelum ini, pembangunan dermaga di Desa Sungaitohor Barat senilai Rp3.500.000.000 bersumber dari APBD Meranti tahun 2015. Waktu pelaksanaan proyek terhitung dari 1 Januari s.d 31 Desemver 2015. Dalam pelaksanaannya, kemudian terjadi CCO (tambah kurang) itilem pekerjaan. 

Kemudian Hariadi selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Fahrizal Yani selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) lengaung melakukan addendum pekerjaan sebanyak tiga kali. Selain ada penambahan waktu pekerjaan menjadi 200 hari, juga terdapat pengurangan anggaran pekerjaan yang semula berjumlah Rp.3.456.000.000 menjadi Rp.3.234.172.000.

Dalam pekerjaan, juga terjadi pengurangan jumlah volume serta kualitas. Namun, PA dan KPA tetap membayar termin sesuai progress report yang dibuat oleh konsultan pengawas sebesar Rp.850.749.729.85. 

Namun anehnya, PA dan KPA malah tidak menagih denda atas keterlambatan pekerjaan kepada rekanan sehingga menimbulkan kerugian bagi keuangan daerah sebesar Rp.145.997.825.45. Bahkan KPA juga tidak mencairkan uang jaminan pelaksanaan sebesar Rp.160.350.400.00. Karenanya, mereka harus menerima sanksi hukum di balik jeruji besi hotel prideo.(Tan/Wir)