Geger, Banyaknya Pelecehan Seksual di Gereja Katolik Cile Terbongkar


riaupotenza.com

CILE (RPZ) – Pemerintah Cile tengah menyelidiki 158 orang di Gereja Katolik negara Amerika Latin itu, baik pendeta maupun jemaat, karena melakukan atau menyembunyikan kasus pelecehan seksual terhadap anak-anak dan orang dewasa.

Menurut Jaksa Umum Luis Torres, kasus-kasus ini terkait dengan insiden yang terjadi sejak tahun 1960 yang melibatkan 260 korban termasuk di antaranya 178 anak dan remaja. Jaksa mengungkap betapa luasnya ruang lingkup skandal pelecehan seksual yang dihadapi oleh Gereja Katolik Cile dan banyaknya orang yang terlibat.

Bulan lalu, pemimpin Gereja Katolik Roma Paus Fransiskus menerima pengunduran diri lima uskup Cile di tengah tuduhan pelecehan seksual dan penyingkapan yang terkait.

"Sebagian besar insiden yang dilaporkan terkait dengan kejahatan seksual yang dilakukan oleh pendeta atau orang-orang yang terkait dengan lembaga pendidikan," kata Torres seperti dikutip dari Straits Times.

Torres mengatakan bahwa seluruh lapisan gereja Katolik dari para uskup hingga biarawan terlibat dalam kejahatan termasuk orang-orang awam yang menjalankan beberapa fungsi dalam lingkup gerejawi.

Juan Carlos Claret, seorang anggota kelompok kampanye yang menentang kehadiran uskup tercemar di daerahnya mengatakan, Konferensi Episkopal Cile sudah tahu pada tahun 2007 bahwa sekitar 120 imam terlibat dalam pelecehan seksual. Pada bulan Mei 2018, seluruh hierarki uskup di Cile mengajukan pengunduran diri mereka atas adanya skandal pelecehan yang mengguncang gereja.

Sejak tahun 2000, sekitar 80 imam Katolik telah dilaporkan ke pihak berwenang di Cile atas dugaan pelecehan seksual. Sepuluh hari yang lalu, Uskup terkemuka Oscar Munoz ditangkap atas tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap setidaknya terhadap tujuh anak.

Sementara Paus Fransiskus telah berulang kali meminta maaf kepada umat paroki di seluruh dunia atas skandal tersebut dan mengakui bahwa gereja gagal untuk mendengarkan dan bereaksi terhadap dugaan pelecehan yang terjadi sejak beberapa dekade lalu. (rpz/jpnn)